Bupati Sukiman Ajak Insan Pers Meluruskan SE Kemenag Lotim Tentang Rencana Uji Coba Buka Masjid

Lombok Timur, Talikanews.com – Bupati Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, H.M. Sukiman Azmy mengajak wartawan untuk mengklarifikasi surat edaran (SE) Kantor kementerian Agama (Kemenag) Lotim terkait rencana uji coba membuka masjid pada tanggal 22 Mei 2020 mendatang.
Dalam SE Nomor. 77/Kk.18.03/1/Kp.01/05/2020 tersebut, Kantor Kemenag Lotim menjelaskan bahwa hasil rapat Bupati Lotim pada hari Senin 18 Mei 2020 bersama Forkompinda, Kepala OPD, MUI, Camat, Kepala Puskemas se Lombok Timur dan juga kepala Kantor Kemenag Lotim bahwa akan diadakan uji coba membuka Masjid Kabupaten, Kecamatan dan Desa.
Terkait hal itu, Bupati Sukiman mengatakan bahwa SE tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat karena tidak disampaikan secara utuh dan terperinci.
“Substansi SE tersebut tidak merinci apa yang akan kita lakukan, sehingga kesannya seolah menyatakan masjid dinbuka dan bisa bebas melakukan aktifitas peribadatan” tuturnya saat serah terima Bale Wartawan di Pendopo Bupati.
Dia menegaskan bahwa yang dimaksud tim gugus tugas covid-19 Lotim adalah akan melakukan rapid test berbasis masjid di beberapa masjid yang sudah ditentukan sebagai sampel.
Adapun yang akan dilakukan dalam Rapid Test berbasis Masjid itu ialah lanjut Sukiman, tim akan melakukan screaning suhu badan terhadap warga yang datang, jika diatas 37 derajat akan dibawa ke puskesmas untuk melakukan Rapid Test.
Dan nanti hasil rapid Test itu yang akan dijadikan pertimbangan Apakah Masjid itu boleh dibuka seterusnya atau tidak. “Jika hasil rapid testnya bagus maka akan dibuka” ungkapnya.
Karena itulah, Sukiman meminta pada Insan Pers untuk membantu meluruskan hal tersebut bahwa yang dimaksud itu adalah rapid tes berbasis masjid, bukan uji coba membuka masjid.
Sukiman mengaku menerima ratusan pesan di WhatsApp nya untuk mempertanyakan kebenaran SE tersebut, termasuk dari Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi” kata dia.
“Jadi, Seperti yang kita jelaskan tadi pagi, ada tiga langkah yang akan kita lakukan sebelum membuka Masjid, yakni memperketat perbatasan, rapid test berbasis pasar dan rapid test berbasis masjid,” tutupnya (TN-08)





