Momen Ramadhan, GPMA Berbagi Sembako ke Masyarakat Kurang Mampu dan Jompo

Lombok Timur, Talikanews.com – Tak ingin ketinggalan momen sakral bulan Suci Ramadhan, Gerakan Pemuda Mudung Anggaraksa (GPMA) memanfaatkan bulan penuh ampunan ini dengan kegiatan sosial berbagi Sembako dan masker pada masyarakat Jompo dan kurang mampu di Desa Anggaraksa, kecamatan Pringgabaya.

Ketua GPMA, Eta Saputra mengatakan, gerakan sosial yang dilakukan itu sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Juga sebagai bentuk tanggung jawab untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah pandemi covid-19 yang menimpa dunia saat ini.

“ini semua untuk kepentingan kita bersama, juga untuk membantu pemerintah dalam melaksanakn tugas dan tanggung jawabnya meringankan beban masyarakat kurang mampu, terlebih di bulan Ramadhan seperti ini,”ungkapnya Jum’at 15 Mei 2020.

Sapaan akrab Etok itu memaparkan bahwa berbagi di tengah musibah seperti ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama, lebih-lebih seorang pemuda yang dianggap sebagai agen perubahan (Agen Of Change) oleh dunia.

Menurutnya, pemuda adalah tulang punggung bangsa yang akan diharapkan hadir untuk masyarakat di tengah keadaan seperti ini.

Dia menjelaskan bahwa teman-teman GPMA tidak hanya berbagi kepada lansia melainkan juga memberikan santunan kepada beberapa anak yatim yang ada di desanya.

Adapun lokasi pembagian itu, lanjut Eta Saputra dilakukan di tiga kekadusan (Wilayah) yakni di Dusun Mudung Baru, Mudung Barat dan Mudung Timur.

Selain itu, lanjut Mahasiswa Universitas Mataram itu, disamping berbagi sembako dan masker juga dibarengi dengan edukasi tentang covid-19 ke masyarakat agar masyarakat lebih waspada dan dengan kesadaran diri mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah.

“Selain berbagi, kami juga berikan edukasi tentang covid-19 ke masyarakat,” kata dia.

Pembina GPM juga aktivis PMII Lotim Ali Satriadi mendukung penuh kegiatan-kegiatan semacam itu, apalagi dilakukan oleh pemuda desanya sendiri.

Ali menegaskan bahwa pemuda memang harus memiliki peran di masyarakat, terutama di tengah keadaan sekarang ini.

Dia berharap, siapapun yang merasa jadi pemuda harus jeli membaca keadaan. Tidak perlu menunggu diperintah untuk berbuat sesuatu untuk orang banyak.

Di samping menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh pemuda desanya itu. Ali juga memberikan apresiasi karena mereka tetap memperhatikan protokoler kesehatan dalam menjalankan kegiatannya.

“Saya senang mereka melakukan kegiatan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dari pemerintah,” tutupnya (TN-08).

Exit mobile version