Belajar dari Kota Mataram, Satgas Covid-19 Lotim Gelar Operasi Ramah Perketat Perbatasan

Lombok Timur, Talikanews.com – Guna mengantisipasi keramaian menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat akan perketat jalur masuk ke Lotim dengan menggelar operasi ramah covid-19 untuk memperketat perbatasan.
Sekertaris Satgas Covid-19 Lotim, Drs. H.M. Juaini Taofik menjelaskan bahwa Pemkab Lotim akan mulai melaksanakan kegiatan itu tiga hari ke depan.
Saat ini, tim Satgas covid-19 Lotim masih mempersiapkan skemanya, temasuk kesiapan personil dan sarana-prasarana lainnya. “Kita harus belajar dari Kota Mataram, jangan sampai kegiatan ini menimbulkan persoalan baru,” ungkapnya, Rabu (13/05) dalam agenda Video Conference bersama wartawan.
Guna melancarkan agenda tersebut, Juaini Taofik mengatakan bahwa Pemkab Lotim akan membangun posko Pemeriksaan kesehatan di dua pintu masuk, yakni di perbatasan Jenggik dan perbatasan Sukaraja kecamatan Jerowaru.
Posko itu, lanjut Juaini, akan dijadikan sebagai tempat pemeriksaan bagi para pejalan yang melewati perbatasan. Oleh karenanya, tim yang ada di sana akan dilengkapi dengan alat screening dan juga Rapid Test untuk mengantisipasi adanya pelaku perjalanan yang memiliki gejala covid-19.
“Jika suhu badannya 38 derajat maka akan langsung Dirapid Test. Bagi warga Lotim yang reaktif akan dibawa ke tempat karantina, sementara warga lain, akan dikembalikan untuk dirawat didaerahnya masing-masing,” jelasnya.
Menurutnya, dengan waktu persiapan selama tiga hari itu, tim gugus tugas Covid-19 Lotim akan punya waktu sekitar 6 hari untuk mengantisipasi keramaian menjelang hari raya idul fitri.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Lotim melakukan hal itu bukan untuk melarang orang lain masuk ke Lotim, melainkan sebagai langkah antisipasi. Apalagi trend kasus covid-19 di Lotim yang terus melambat perlu dipertahankan sekuat mungkin.
“Kita tidak melarang orang datang ke Lombok Timur, namun untuk antisipasi, semua yang datang harus kita pastikan bersih dari Covid-19,” tukasnya.
Sementara untuk jalan-jalan kecil yang ada di beberapa titik, seperti di Desa Pene, Kecamatan Jerowaru, dan Desa Setungkep Lingsar, kecamatan Keruak akan menjadi tugas tim satgas covid-19 di desa dan kecamatan.
“Untuk jalan-jalan tikus, akan kita serahkan pada Relawan covid-19 di lingkup desa dan kecamatan melalui Forkopimca,” tutupnya. (TN-08)





