Pemprov NTB Dukung Penuh Ide Kota Mataram terkait PCBL Memutus Rantai Covid-19

Mataram, Talikanews.com – Pemerintah Provinsi NTB sangat mendukung penuh langkah-langkah Pemerintah Kota Mataram bersama seluruh jajaran TNI/Polri dan para tokoh masyarakat, para Alim Ulama serta para Kepala Lingkungan untuk mengefektifkan pelaksanaan Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL) termasuk melakukan pembatasan secara ketat pada lingkungan yang penemuan kasus Covid-19 terus meningkat.

Dukungan itu muncul dari Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, HL Gita Ariyadi.

Gita menyampaikan, Pemerintah Provinsi NTB juga terus mendukung efektivitas dari upaya pemerintah dan masyarakat Kabupaten/Kota untuk memutus mata rantai penularan wabah Covid-19 melalui penerapan aturan wajib menggunakan masker bagi seluruh warga.

“Kebijakan ini akan diawali dengan kegiatan sosialisasi dan pembagian masker di 32 titik lokasi keramaian di Kota Mataram mulai tanggal 11 s.d. 13 Mei 2020,” ungkapnya melalui rilis resmi, Minggu (10/05).

Sekretaris Daerah Provinsi NTB ini juga menegaskan, hal ini dilakukan sebagai bagian penting dari upaya bersama untuk melakukan penanggulangan dan pencegahan penuluran wabah Covid-19 secara lebih berdayaguna dan berhasil guna, sebagaimana diatur dalam ketentun pasal 5 dan pasal 6 Undang-Undang Nomor 4 tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular.

“Diingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib. Kita semua tidak ingin penyakit ini menimpa diri kita dan orang-orang terdekat yang kita sayangi,” kata dia.

Oleh karenanya, jika ada diantara saudara-saudara dan tetangga yang positif Covid-19 hendaknya tidak dikucilkan. Justru harus bersama-sama bergotong royong, menyemangati serta membantu memenuhi keperluan selama masa karantina dan penyembuhannya.

Gita menambahkan, langkah Kota Mataram itu sangat membantu dalam menemukan kasus baru termasuk mencegah penyebaran, seperti terlihat pada jumlah penambahan kasus baru positif Covid-19 hari ini Minggu 10 Mei 2020 hanya 1 orang yakni Pasien nomor 331 inisial ES, (50) perempuan, warga Desa Sesela, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Dimana pasien itu tidak memiliki riwayat perjalanan maupun kontak langsung dengan pasien positif virus corona.

Sedangkan, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil Swab 2 kali negatif sebanyak 13 orang. Itu artinya, Tim Covid-19 NTB, telah mampu menemukan semua klaster baik luar maupun lokal.

Dimana pasien tersebut tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah.

“Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark telah memeriksa 248 sampel dengan hasil 242 sampel negatif, 5 (lima) sampel positif ulangan dan 1 (satu) sampel kasus baru positif Covid-19,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button