Trend Balita dan Anak-Anak Terpapar Covid-19 di NTB Meningkat, Total 25 Kasus

Mataram, Talikanews.com – Trend Balita dan Anak-Anak yang terpapar positif covid-19 di Nusa Tenggara Barat semakin meningkat.
Hari ini Kamis (7/5) dari hasil pemeriksaan 208 sampel swab di Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium RS Unram menunjukan hasil 176 sampel negatif, 20 sampel positif ulangan, dan 12 sampel kasus baru positif Covid-19.
Dari 12 kasus baru covid-19 tersebut tiga orang diantaranya merupakan bayi berusia 1 dan dua bulan serta satu satu lagi berusia 2 tahun.
Sebelumnya tercatat 22 kasus Balita dan Anak-Anak dinyatakan positif virus corona, notice per tanggal 07 Mei 2020, juga menimpa Balita dan Anak-Anak.
Adapun dua bayi dan anak dua tahun yang positif covid-19 yakni, pasien nomor 301, inisial MAF, (2) laki-laki, warga Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Begitu juga tidak pernah kontak dengan orang sakit Covid-19.
Pasien nomor 302, inisial MRF, (2 bulan) laki-laki, warga Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19 dan tidak pernah kontak dengan orang sakit Covid-19.
Terakhir, pasien nomor 305, inisial AEP, (1) perempuan, warga Kelurahan Cakranegara Barat, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 229. Saat ini menjalani karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
Terkait hal itu, Sekretaris Daerah Provinsi NTB, HL. Gita Aryadi meminta para orang tua untuk meningkatkan kewaspadan terhadap sang buah hati. Terlebih tiga daerah di NTB termasuk dalam transmisi lokal sehingga penyebaran covid-19 lebih rentan terjadi.
“Tiga daerah di NTB di tetapkan sebagai daerah transmisi lokal, artinya virus ini bisa menulari siapa saja bahkan dari orang terdekat, anak anak sekarang rentan terhadap virus corona, saya menghimbau para orang tua untuk lebih berhati-hati,” ungkapnya, Kamis (07/05).
Selain itu Gita juga meminta para orang tua untuk mematuhi dan mengikuti protokol pencegahan covid-19. Sejumlah kasus yang terjadi pada bayi dan anak anak lanjut Gita belum di ketahui penyebabnya.
Gita menghimbau agar para orang tua untuk tidak membawa anak anak nya bepergian keluar rumah guna memimanilisir resiko terpapar virus corona itu.
“Kalau tidak penting untuk keluar dari rumah, sebaiknya jangan di lakukan terlebih membawa anak anak, hindari dan kurangi resiko dari sumber penularan yang tidak di ketahui,” pintanya (TN-red).





