Sejak 25 April, Bandara Lombok Nol Penumpang dan Nol Pesawat Landing

Lombok Tengah, Talikanews.com – Sejak 25 April hingga 07 Mei 2020, kondisi Bandara Internasional Lombok (BIL) Nol penumpang dan Nol pesawat landing. Hal itu disebabkan kondisi pandemi Covid-19.

“Sampai saat ini, belum ada Maskapai yang mengajukan untuk landing di BIL, sehingga kondisi terakhir ya 0 penumpang dan 0 maskapai, mas. Kondisi ini sejak 25 April 2020 lalu,” ungkap Communication dan Legal Manager PT AP I BIL, Arif Hariyanto, Kamis (07/05).

Dia menjelaskan, kondisi ini disebabkan karena pandemi Covid-19 dan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Bandara Lombok merespon aturan tersebut dengan menghentikan sementara layanan kebandarudaraan terhadap penerbangan komersial berpenumpang mulai 25 April hingga 31 Mei 2020,” kata dia.

Sementara, untuk penerbangan kargo atau penerbangan yang mengangkut logistik dan penerbangan yang dikecualikan tetap akan dilayani oleh bandara.

Adapun layanan terhadap penerbangan yang dikecualikan yaitu penerbangan yang membawa pimpinan lembaga tinggi Negara Republik Indonesia dan tamu/wakil kenegaraan dan perwakilan organisasi internasional. Kemudian operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriation flight) pemulangan WNI maupun WNA.

Selanjutnya, operasional penegakan hukum, ketertiban, dan pelayanan darurat. Operasional angkutan kargo (kargo penting dan esensial). Pesawat konfigurasi penumpang dapat digunakan untuk mengangkut kargo di dalam kabin penumpang (passenger / cabin compartement) khusus untuk pengangkutan kebutuhan medis, kesehatan, dan sanitasi serta pangan.

“Operasional lainnya dengan seizin dari Menteri, dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19. Kalau nantinya ada persetujuan slot dari Kementerian Perhubungan pasti kita akan sesuaikan,” ujarnya.

Arif mengaku, pada tanggal 3 Mei kemarin sempat ada rencana Lion Air landing, ternyata tidak jadi.

” Kami nggak tau juga apa alasannya, mas. Yang pasti mereka menyurat bahwa rencana mereka batal yang kemarin, sampai hari ini, belum ada maskapai mengajukan kembali,” tegasnya.

Arif menambahkan, sesuai ketentuan bandara sebenarnya dalam kondisi operasional.. Selain untuk penerbangan kargo, juga utk jaga2 jika ada penerbangan khusus atau penerbangan darurat lainnya, termasuk utk pengangkutan sample Covid-19 atau distribusi alat kesehatan dalam rangka penanggulangan virus corona.

“Kondisi operasional di bandara juga kami sesuaikan, dimana saat ini jam operasional LOP hanya 6 jam, dari pukul 9.00 s/d 15.00 Wita. Karena, sesuai Permenhub, juga dimungkinkan untuk penerbangan khusus,” tuturnya.

Disinggung bahwa adanya kabar gembira dari Menhub bahwa mulai 7 Mei penerbangan kembali dibuka? Dirinya menyampaikan, kalaupun demikian, belum ada Maskapai yang mengajukan landing.

“Sesuai regulasi kami harus siap, tapi belum ada yang mengajukan,” pungkasnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button