Ekonomi

Regara Covid-19, Perekonomian Lobar Stagnan, Bupati: Pemda Terancam Bangkrut

Lombok Barat, Talikanews.com – Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid menggelar sosialisasi pencegahan Covid-19 bersama Tokoh Agama Se-kabupaten Lombok Barat di Bencingah Kantor Bupati, Rabu (06/05).

Dihadapan ratusan tokoh agama dan masyarakat, H. Fauzan Khalid, menjelaskan dampak yang mungkin terjadi jika kasus penularan covid-19 berkepanjangan dan tidak teratasi.

“Lombok Barat akan bangkrut jika covid-19 ini selesainya berkepanjangan, kemudian ekonomi masyarakat kita stagnan atau tidak bisa bergerak,” ungkapnya.

Bupati memaparkan biaya perawatan pasien positif covid-19 sangat mahal. Sekali rapid test saja mencapai Rp 200 ribu, dan biaya sekali swab Rp 1,5 juta. Sementara di Lombok Barat sudah dilakukan rapid test kepada hampir seribu orang.

“Empat puluh empat (44 ) positif ini, kita temukan setalah ratusan diswab, dan itu tidak sekali kita swab baru kita kita nyatakan positif. Belum lagi saat sembuh kita swab lagi berkali-kali,” kata dia.

Bupati juga menjelaskan terkait APBD Lombok Barat pada situasi pandemi. Dimana daerah kehilangan APBD sekitar 400 Miliyar, dari DAU dikurangi Pemerintah pusat 10 persen dengan total sekitar Rp 87 milyar. Kemudian DAK yang diperuntukkan pembangunan jalan dan gedung semua anggaran diambil pusat, kecuali untuk pendidikan dan kesehatan sekitar Rp 130 Miliar.

Baca juga :  IKA Undip Bangun AB 6 Home Adult Trauma Bagi Korban Gempa Lombok

“Kemungkinan tahun ini kita tidak ada pembangunan jalan dan gedung. Kalau covid-19 ini tidak segera teratasi, kan kasihan masyarakat kita yang berprofesi sebagai tukang bangunan,” keluh bupati.

Mengenai dampak Covid-19 lanjut bupati, dari segi ekonomi akan sangat besar, seperti penerimaan pajak Hotel, jika dihitung sekitar Rp 70 Milyar atau 10 persen pertahun. Artinya pendapatan hotel juga akibat Covid-19 ini akan berkurang sekitar 700 Milyar, maka tidak menutup kemungkinan dampaknya juga PHK karyawan.

Tingkat kriminalitas di Lombok Barat saat situasi pandemi covid-19 ini juga menunjukkan peningkatan, bupati memperkirakan 2 atau 3 bulan ke depan akan terus meningkat.

“Ke depan akan banyak kriminalitas, dan ini tolong karena TNI-POLRI kita terbatas, itulah sebabnya kita memohon meminta bantuan kepada Para Tuan Guru dan Tokoh Agama,” harap bupati.

Baca juga :  Loteng Tidak Ada Desa Sangat Tertinggal, Kedepan Desa Fokus Pengentasan Kemiskinan

Bupati juga menjelaskan PAD Lombok Barat tahun ini Rp 274 miliar, namun dengan kondisi penularan covid-19 semakin meningkat, dirinya pesimis PAD akan mencapai 50 persen.

Ketua DPRD Lombok Barat Hj. Nurhidayah mengatakan hal serupa, jika kasus Covid-19 berkepanjangan sampai Desember nanti, PAD Lombok Barat akan terealisasi sepertiga, dan APBD kemungkinan akan terjun bebas.

“APBD kita kemungkinan akan terjun bebas, dan PAD kita yang sudah disampaikan bupati dan menurutnya terealisasi setengah, tapi kalo berlarut sampai Desember, menurut saya akan terealisasi sepertiga,” ujar Nurhidayah.

Nurhidayah merasa prihatin dengan kondisi ini, masyarakat banyak kena PHK, usaha tutup dan banyak pekerjaan-pekerjaan yang tidak terlaksana, sehingga kondisi ini mengakibatkan ekonomi masyarakat semakin terpuruk. Ia juga mengatakan pemerintah memberikan bantuan sesuai kemampuan fiskal daerah, yaitu Rp 250 ribu per KK selama tiga bulan, hal ini hanya sebagai stimulan dari pemerintah. (TN-red)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close