Hari Ini, 12 Penambahan Positif Covid-19 di NTB, 23 Pasien Dinyatakan Sembuh, 1 Meninggal

Mataram, Talikanews.com – Tim Gugus Tugas Covid-19 NTB menerima notice penambahan positif virus corona per tanggal 07 Mei 2020 sebanyak 12 orang. Terdapat 23 Pasien dinyatakan Sembuh dan 1 pasien meninggal dunia.
“Adanya tambahan 12 kasus baru terkonfirmasi positif, 23 tambahan sembuh baru, dan 1 pasien meninggal (baru). Jumlah pasien positif Covid-19 di NTB sebanyak 312 orang, rincian 81 orang sudah sembuh, 6 (enam) meninggal dunia, dan 225 orang masih terpapar,” ungkap Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, HL Gita Ariyadi, Kamis (07/05) melalui rilis resminya.
Gita menjelaskan, penambahan itu berdasarkan pemeriksaan sebanyak 208 sampel di Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium RS Unram. Hasilnya 176 sampel negatif, 20 sampel positif
ulang, dan 12 sampel kasus baru positif Covid-19.
“Selain adanya kasus baru, hari ini juga terdapat 23 orang yang sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif,” kata dia.
Oleh sebab itu, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.
Sekretaris Daerah Provinsi NTB itu juga memaparkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 663 orang dengan perincian 424 orang PDP masih dalam pengawasan, 239 orang PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal.
Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.165 orang, terdiri dari 518 orang masih dalam pemantauan dan 4.647 orang selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 3.848 orang, terdiri dari 1.983 orang masih dalam pemantauan dan 1.865 orang selesai pemantauan.
Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 55.054 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 7.195 orang, dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 47.859 orang.
Dalam rangka meningkatkan pelayanan medis kepada masyarakat lanjutnya, Pemerintah Provinsi NTB membuka Rumah Sakit Darurat yang secara khusus akan melayani pasien Covid-19.
RS Darurat Khusus Covid-19 ini berlokasi di Asrama Haji, Jl. Lingkar Selatan Mataram. Dengan kapasitas 82 kamar pasien dan 164 tempat tidur, RS Darurat ini akan melayani pasien dengan kriteria OTG dan ODP dengan hasil swab positif, PDP ringan yang terkonfirmasi positif serta pasien positif Covid-19 yang berusia 15 tahun sampai 60 tahun tanpa gejala komobid.
Tenaga medis dan non medis yang bertugas terdiri dari dokter konsultan spesialis paru 5 orang, dokter umum 10 orang, perawat 30 orang, analis/swaber 4 orang, rekam medis 4 orang, cleaning service dan security 27 orang serta tenaga lainnya 10 orang.
Sedangkan pasien dengan gejala sedang dan berat tetap dirujuk ke RS Rujukan yang ada di seluruh wilayah NTB, baik RS rujukan utama (first line) maupun RS rujukan pendukung (second line).
“Dengan adanya tambahan RS Darurat Khusus Covid 19 ini, diharapkan semua pasien virus corona di NTB mendapatkan tempat perawatan yang baik dan tepat, sehingga bisa mempercepat proses kesembuhannya,” tutur Gita.
Dia mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa penyakit Covid-19 ini bukanlah suatu aib.
“Kita semua tidak ingin penyakit ini menimpa diri kita dan orang-orang terdekat yang kita sayangi. Oleh karenanya, jika ada diantara saudara-saudara kita yang positif Covid-19 hendaknya tidak dikucilkan. Justeru kita semua harus bersama-sama bergotong royong, menyemangati serta membantu memenuhi keperluan selama masa karantina dan penyembuhannya,” ujarnya.
Seluruh masyarakat dihimbau untuk selalu disiplin dan patuh terhadap protokol pencegahan Covid- 19. Dibutuhkan kerja sama dan gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk dapat memutus penularan virus corona, terutama untuk melindungi orang-orang terdekat kita serta kelompok masyarakat rentan, yaitu kelompok masyarakat lanjut usia, masyarakat yang memiliki penyakit kormobid dan penyakit kronis serta kelompok bayi dan balita. (TN-red)





