Pemkab Lotim Bayar Insentif Tenaga Medis Covid-19 untuk Bulan Pertama, Rp 4,6 Miliar

Lombok Timur, Talikanews.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur konsisten terhadap janji untuk membayar insentif bagi tenaga Medis Covid-19. Insentif bulan pertama digelontorkan sebesar Rp 4,6 Miliar.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dr. H.M. Hasbi Santoso mengatakan bahwa insentif bagi tenaga medis dan non medis yang menangani Covid-19 di Lotim untuk bulan April sudah dibayarkan, totalnya sebesar 4,6 Miliar.

dr. Hasbi mengaku, besaran insentif yang diterima oleh tenaga medis itu ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor: 188.45/302/KES/2020 tentang Penetapan Besaran insentif Bagi Tenaga Kesehatan dan Non-Kesehatan Yang Menangani Covid-19 di Lotim yang ditetapkan ditetapkan di Selong pada tanggal 2 April 2020.

“Untuk insentif yang sudah kami bagikan baru untuk 1 bulan pertama. Untuk bulan kedua kami akan bagikan pekan ini,” ungkapnya, Rabu (06/05).

dr. Hasbi menjelaskan bahwa tenaga medis dan non medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19 di Lotim yang sudah menerima insentif sebanyak 1.439 orang.

Namun demikian, tambah dr. Hasbi, saat ini jumlah tenaga medis itu sudah mengalami penambahan, seiring dengan beroperasinya Rumah Sakit Labuhan Lombok sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19. Sehingga dana untuk insentif bulan kedua juga akan bertambah.

“Dana sebesar Rp 4,6 Miliar itu untuk 1.439 orang nakes dan non kesehatan, tapi karena Rumah Sakit Labuhan Haji sudah beroperasi maka jumlah tenaga kesehatan juga bertambah. Dengan demikian jumlah dana insentif pun juga akan mengalami peningkatan” terangnya.

Menurutnya, sejauh ini hanya Lotim yang sudah memberikan insentif bagi tenaga kesehatan Covid-19 di NTB. “Sebagai informasi tambahan, belum ada daerah di NTB yang sudah memberikan insentif selain Lotim,” kata dia.

Berdasarkan SK Bupati di atas, besaran insentif perbulan yang diterima oleh tenaga kesehatan dan non kesehatan yang khusus menangani Covid-19 di Lotim, untuk tenaga dokter sebesar Rp 7,5 juta. Tenaga perawat dan bidan sama-sama sebesar Rp 3,5 juta, tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp 2 juta dan tenaga pendukung (non kesehatan) sebesar Rp 1 juta.

dr. Hasbi menyampaikan bahwa insentif bagi tenaga medis dan non medis itu sudah sesuai dengan standar yang ditentukan oleh menteri keuangan, hanya saja nominalnya yang tidak persis sama karena disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah Lotim.

“Menteri keuangan menggunakan angka maksimal, sementara kita mengukurnya dengan kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya. (TN-08)

Related Articles

Back to top button