17 Orang Tim Medis Covid-19 di Lotim Diisolasi, 1 Diantaranya Kepala PKM

Lombok Timur, Talikanews.com – Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, dr. Hasbi Santoso menyampaikan, sebanyak 17 tenaga kesehatan (Nakes) di Lombok Timur menjalani karantina akibat hasil rapid test dinyatakan reakatif, satu diantara merupakan Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) atau Puskesmas Selong yakni H. Samurun.

dr. Hasbi mengatakan karantina itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan, kemudian jalani diisolasi, sembari menunggu hasil swabnya keluar.

“Untuk nakes kita, sampai saat ini jumlahnya 17 orang. 8 orang pria dan 9 wanita” ungkapnya, Senin (04/05).

Hasbi menuturkan, awalnya, 17 tenaga kesehatan itu dikarantina di Rusunawa Labuhan Lombok bersama masyarakat yang lain, namun karena banyak yang menilai tempat itu tidak layak bagi tim medis yang berjuang sebagai garda depan dalam melawan Covid-19, maka mereka langsung dipindahkan ke RSUD Labuhan Haji dan RSUD Selong.

“Dari 17 orang itu, 16 orang ada di RSUD Labuhan Haji dan 1 orang wanita dirawat di RSUD R.Soedjono Selong” pungkasnya.

Juru bicara satgas Covid-19 Lotim, Dr. H. Pathurrahman menyampaikan adanya tambahan PDP di Lotim sebanyak 7 orang, di mana 2 di antaranya dirawat intensif di RSUD Selong.

Adapun mengenai identitas tambahan PDP itu Pathurrahman Menyebutkan, yakni SI (64) perempuan asal kecamatan Suralaga, tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah terjangkit, namun diketahui melakukan kontak erat dengan orang yang pernah ke daerah Gowa.

Selanjutnya ialah DKD (32) perempuan asal kecamatan Pringgabaya. Juga diketahui pernah kotak erat dengan orang yang pernah bepergian ke daerah terjangkit virus Corona, yakni Gowa.

“Dua orang di atas dirawat instensif di RSUD Selong” ungkap Pathurrahman.

Adapun lima orang sisanya yang menjalani karantina terpusat di Rusunawa Labuhan Haji, lanjut Pathurrahman, ialah NU (70) laki-laki asal kecamatan Pringgabaya. Kemudian BS (7 tahun) laki-laki asal kecamatan Pringgabaya. Selanjutnya ialah AN (60) laki-laki asal kecamatan Pringgabaya. Berikutnya ialah HB (60) laki-laki asal kecamatan Sakra. Dan yang terakhir adalah MN (56) perempuan asal Sakra.

Pathurrahman menjelaskan bahwa lima PDP yang dibawa ke Rusunawa Labuhan Lombok pada Minggu (03/05) kemarin. “Semuanya merupakan hasil kontak erat dengan orang yang pernah bepergian ke daerah terjangkit Gowa” jelasnya.

Berdasarkan infografis Kewaspadaan Covid-19 yang dirilis oleh media center Covid-19 Lotim jumlah PDP di Lotim per Minggu, 03 Mei 2020 sebanyak 157 orang, di mana 46 di antaranya dinyatakan selesai dalam pengawasan.

Kaitan dengan peningkatan jumlah PDP itu, Pathurrahman mengimbau kepada masyarakat Lotim agar lebih disiplin lagi dalam melaksanakan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, guna memutus penyebaran Covid-19 di Lotim.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Lombok Timur supaya lebih disiplin lagi dalam menjalankan protokol kesehatan. Jangan lupa pakai masker dalam setiap kegiatan, menjaga jarak, hindari kerumunan dan sesering mungkin mencuci tangan” tutupnya. (TN-08)

Related Articles

Back to top button