Kasus Baru Virus Corona di NTB 17 Orang, 4 Sembuh, Total 250 Kasus dan 210 Orang Masih Terpapar

Mataram,Talikanews.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB menerima notice kasus positif virus corona di NTB, per tanggal 02 Mei 2020, sebanyak 17 orang. Empat orang dinyatakan sembuh, belum ada kasus kematian, total kasus selama ini sebanyak 250 orang, 210 orang diantaranya masih terpapar dan sedang di rawat.

“Hari ini Sabtu, 2 Mei 2020 telah diperiksa di Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark sebanyak 148 sampel swab dengan hasil 119 sampel negatif, 9 (sembilan) sampel positif ulangan, dan 17 sampel kasus baru positif Covid-19,” ungkap Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, HL Gita Ariyadi.

Gita menyampaikan, selain adanya kasus baru, hari ini juga terdapat 4 (empat) orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali negatif yakni, pasien nomor 23, inisial MP, (51) perempuan, warga Kelurahan Taman Sari, Ampenan, Kota Mataram. Pasien nomor 103, inisial RM, (29) perempuan, warga Pejarakan Karya, Ampenan, Kota Mataram.

Kemudian, pasien nomor 106, MZ, (42) laki-laki, warga Dayan Peken, Ampenan, Kota Mataram dan pasien nomor 227, inisial I,(62) laki-laki, warga Plembak, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Gita mengatakan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB ini juga memaparkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 577 orang dengan perincian 387 orang PDP masih dalam pengawasan, 190 orang PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.047 orang, terdiri dari 741 orang masih dalam pemantauan dan 4.306 orang selesai pemantauan.

Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 3.211 orang, terdiri dari 2.000 orang masih dalam pemantauan dan 1.211 orang selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan
Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 52.712 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 10.185 orang dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 42.527 orang.

Berdasarkan trend perkembangan kasus Covid-19, terlihat bahwa kasus positif terbanyak terjadi di Kota Mataram, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Lombok Barat. Dari hasil pemantauan, selain kasus baru dari klaster-klaster yang sudah dipetakan serta status dibeberapa daerah sebagai tansmisi lokal, perkembangan peningkatan ini juga terjadi karena masyarakat sebagai garda terdepan belum semuanya kompak dan bersatu untuk disiplin memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat.

“Kerumunan masyarakat masih terpantau
dibeberapa tempat, seperti pasar tradisional, di beberapa ruas jalan dan tempat ibadah. Perlu adanya penertiban oleh pemerintah daerah setempat berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri serta unsur keamanan terkait lainnya,” ujarnya.

Menurut Gita, kerja sama pemerintah bersama masyarakat menjadi faktor paling penting untuk memutus mata rantai wabah ini. Masalah Covid-19 hanya bisa dicegah dengan sikap kepatuhan dan disiplin dari kita semua.

Oleh sebab itu, diharapkan kepada kelompok masyarakat rentan dan memiliki risiko tinggi, yaitu orang dengan usia 50 tahun ke atas, bayi dan balita, serta orang yang memiliki penyakit kormobid seperti jantung, diabetes militus, hipertensi, pneumonia dan kanker, agar untuk sementara waktu tetap berada di rumah atau tidak melakukan aktivitas di luar rumah, tidak menerima tamu yang belum dikenal dan kondisi kesehatannya, tidak baik, selalu memperhatikan physical distancing serta melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. (TN-red)

Related Articles

Back to top button