Diperlukan Peran Setiap Orang Agar Kasus Positif Virus Corona di NTB Tidak Bertambah

Mataram, Talikanews.com – Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, HL Gita Ariyadi menegaskan, agar kasus positif virus corona di Nusa Tenggara Barat tidak bertambah, sangat diperlukan peran setiap orang.
“Jika kita saling mendukung, terlebih menaati imbauan pemerintah, maka penyebaran virus corona akan mampu kita putus bahkan Nol kan,” ungkapnya, Sabtu (02/05).
Gita menyampaikan, kasus positif Covid-19 terus bertambah, hal itu disebabkan karena masih kurangnya peran masyarakat untuk mendukung langkah pemerintah dalam memutus rantai penyebaran virus asal negara Tirai Bambu itu.
Saat ini saja, notice kasus positif virus corona di NTB, per tanggal 02 Mei 2020, bertambah sebanyak 17 orang. Ada 4 orang dinyatakan sembuh, namun belum ada kasus kematian, sehingga total kasus selama ini sebanyak 250 orang, 210 orang diantaranya masih terpapar dan sedang di rawat.
“Penambahan itu setelah adanya hasil pemeriksaan di Laboratorium RSUD Provinsi NTB dan Laboratorium Genetik Sumbawa Technopark sebanyak 148 sampel swab dengan hasil 119 sampel negatif, 9 (sembilan) sampel positif ulang, dan 17 sampel kasus baru positif Covid-19,” kata dia
Adapaun 4 (empat) orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali negatif yakni, pasien nomor 23, inisial MP, (51) perempuan, warga Kelurahan Taman Sari, Ampenan, Kota Mataram. Pasien nomor 103, inisial RM, (29) perempuan, warga Pejarakan Karya, Ampenan, Kota Mataram.
Kemudian, pasien nomor 106, MZ, (42) laki-laki, warga Dayan Peken, Ampenan, Kota Mataram dan pasien nomor 227, inisial I,(62) laki-laki, warga Plembak, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.
Dia menjelaskan, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.
Sekretaris Daerah Provinsi NTB ini juga memaparkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 577 orang dengan perincian 387 orang PDP masih dalam pengawasan, 190 orang PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 16 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 5.047 orang, terdiri dari 741 orang masih dalam pemantauan dan 4.306 orang selesai pemantauan.
Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 3.211 orang, terdiri dari 2.000 orang masih dalam pemantauan dan 1.211 orang selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan
Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 52.712 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 10.185 orang dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 42.527 orang.
Dia juga melihat trend perkembangan kasus Covid-19, terbanyak terjadi di Kota Mataram, Kabupaten Dompu dan Kabupaten Lombok Barat. Dari hasil pemantauan, selain kasus baru dari klaster-klaster yang sudah dipetakan serta status dibeberapa daerah sebagai tansmisi lokal.
Perkembangan peningkatan ini juga terjadi karena masyarakat sebagai garda terdepan belum semuanya kompak dan bersatu untuk disiplin memutus mata rantai penyebaran Covid-19, dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19 secara ketat.
Gita tidak menampik masih ada kerumunan masyarakat dibeberapa tempat, seperti pasar tradisional, di beberapa ruas jalan dan tempat ibadah.
“Kerjasama pemerintah bersama masyarakat menjadi faktor paling penting untuk memutus mata rantai wabah ini. Masalah Covid-19 hanya bisa dicegah dengan sikap kepatuhan dan disiplin dari kita semua,” ujarnya.
Diharapkan kepada kelompok masyarakat rentan dan memiliki risiko tinggi, yaitu orang dengan usia 50 tahun ke atas, bayi dan balita, serta orang yang memiliki penyakit kormobid seperti jantung, diabetes militus, hipertensi, pneumonia dan kanker, agar untuk sementara waktu tetap berada di rumah atau tidak melakukan aktivitas di luar rumah, tidak menerima tamu yang belum dikenal dan kondisi kesehatannya, tidak baik, selalu memperhatikan physical distancing serta melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. (TN-red)





