Penyebrangan Bali – Lombok Resmi Ditutup

Mataram, Talikanews.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Provinsi Bali resmi tutup akses penyebrangan Bali – Lombok per tanggal 30 April 2020.

Melalui surat yang ditandatangani Gubernur Bali Wayan Koster tertanggal 30 April 2020, Pemprov Bali kembali mempertegas kebijakan pengendalian pintu masuk menuju Provinsi tersebut.

Adapun poin penting dari surat tersebut bahwa, seluruh kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil pribadi, kendaraan bermotor perseorangan dengan jenis mobil penumpang, mobil bus dan sepeda motor serta pejalan kaki yang masuk/keluar wilayah Bali agar dilarang menyebrang di seluruh pintu masuk pelabuhan penyeberangan Bali.

Terkait surat tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Drs.Lalu Bayu Windia, menegaskan bahwa, mulai Kamis tanggal 30 April pukul 00.00 Wita, Pelabuhan Lembar telah ditutup untuk akses kendaraan penumpang.

“Tiket penumpang pejalan kaki motor dan mobil pribadi sudah ditutup di Pelabuhan Lembar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pembatasan layanan transportasi tidak berlaku bagi kendaraan dinas operasional dengan TNKB TNI atau Polri, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans dan mobil jenazah, kendaraan penumpang/logistik dengan tidak membawa penumpang, kendaraan lainnya sepanjang dalam rangka penanganan Covid-19 atau dalam rangka kedaruratan lainnya, kata lain diperbolehkan.

Pembatasan layanan transportasi ini dikecualikan juga untuk kendaraan angkutan untuk repatriasi PMI dari luar negeri menuju daerah masing-masing yang dilengkapi dengan surat keterangan negatif Covid-19 berdasarkan hasil uji rapid test atau PCR.

Begitu juga penumpang umum/pejalan kaki yang kembali ke daerah asal yang dilengkapi dengan surat keterangan perjalanan tertentu dari Polres tempat berangkat masih dibolehkan mendapatkan layanan transportasi menuju Bali.

Disatu sisi, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamuddin Amy, mengatakan, Pemprov NTB meminta masyarakat agar senantiasa mematuhi aturan pemeritah dalam rangka pengendalian Covid-19 ini, termasuk larangan mudik di momentum puasa dan lebaran tahun ini.

Setiap pemeritah daerah, termasuk Pemprov NTB memiliki sejumlah upaya yang sungguh-sungguh dalam memutus mata rantai Covid-19 ini.” Tujuannya adalah untuk mempercepat agar pandemi ini segera berakhir,” tutupnya.(TN-red)

Related Articles

Back to top button