Kalapas Selong Bantah Warga Binaannya Telah di Rapid Test Tim Covid-19 Lotim

Lombok Timur, Talikanews.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Selong, Kabupaten Lombok Timur, membantah adanya 6 warga binaan telah di rapid test oleh tim Covid-19.

“Informasi mengenai rapid test terhadap 6 tahanan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Selong, telah di rapid test itu tidak benar. Sampai saat ini, belum ada satu pun dari warga binaan telah menjalani rapid test tim medis Covid-19,” ungkapKepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Selong, Herdianto, Senin (27/04).

Dia merasa keberatan dan tidak terima atas informasi yang beredar mengenai 6 tahanan Lapas telah melakukan rapid test. Terlebih, seperti informasi berdasarkan, 1 dari 6 orang itu hasil rapid testnya dinyatakan reaktif.

“Sekarang saya klarifikasi ya, sampai detik ini, baik Satgas Covid-19, maupun Dinas Kesehatan, juga dari Puskesmas, bahkan pemerintah daerah, belum ada satupun yang telah melakukan rapid test terhadap warga binaan yang ada di Lapas Selong,” tegasnya.

Herdianto justru menyayangkan kenapa tidak ada yang melakukan rapid test terhadap para tahanan binaannya itu. Padahal potensi mereka untuk terjangkit covid-19 sangat besar disana.

“Mestinya harus mempertimbangkan keadaan para tahanan di Lapas Selong yang terdiri dari 290 orang, kalaupun kapasitas sebenernya hanya 139 orang. Itu seharusnya lebih diprioritaskan untuk rapid test” paparnya.

Dia mengaku akan sangat berterima kasih jika memang benar ada warga binaannya yang di rapid test, sebagimana yang sudah dilakukan terhadap para tahanan yang di Polres.

“Kalau tahanan di Polres kan sudah di rapid test, terus warga binaan kami kapan, padahal kita sudah menunggu, kenapa Polres didahulukan daripada warga binaan kami,” cetusnya.

Kendati demikian lanjut Herdianto, tidak adanya rapid test terhadap para tahanan yang ada di Lapas Selong karena dirinya memang belum melayangkan surat permohonan kepada tim gugus tugas covid-19 Lotim.

“Tapi mungkin karena kami belum bersurat ke tim gugus, makanya tidak ada yang lakukan rapid test, tapi dengan mempertimbangkan keadaan di Lapas harusnya tidak perlu bersurat,” ujarnya.

Terkait hal itu, Juru bicara satgas covid-19 Lotim, Dr. H. Pathurrahman menegaskan bahwa tahanan yang sudah di rapid test 6 orang itu bukan tahanan Lapas, melainkan tahan kejaksaan yang akan dititipkan ke Lapas Selong.

“Memang benar kalau Lapas belum di rapid test, ini tahanan kejaksaan yang akan dititip di Lapas. Itu sebelum masuk ruang tahanan Lapas, sehingga mereka d irapid test dulu,” tutupnya. (TN-08)

Related Articles

Back to top button