
Mataram, Talikanews.com – Angka positif virus corona di Kota Mataram terus meningkat mencapai 74 orang, sebanyak 60 kasus masih dalam perawatan, 2 orang diantaranya meninggal dunia dan 12 orang dinyatakan sembuh.
Angka yang terus meningkat itu membuat Kota Mataram merupakan Kota angka paling terbanyak positif virus corona diantara Kabupaten/Kota di Nusa Tenggara Barat.
Dasar itulah Pemerintah Kota Mataram mulai menyisir atau melakukan tracing tranmiter lokal terhadap para Supir Taxi dan Ojek Online (Ojol) untuk di rapid test demi memutus rantai penyebaran virus corona tersebut.
“Hari ini (Selasa,Red) kita sudah memulai rapid test para Supir dan Ojol itu. Sebanyak 28 orang sudah kita rapid test, sebagian besar Supir Taxi,” ungkap Tim Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Swandiasa, Selasa (28/04) di Mataram.
Nyoman mengatakan, kegiatan rapid test itu berlangsung di Rumah Sakit Kota Mataram. Namun, hasilnya belum dikeluarkan tim medis, kalaupun tesnya tidak lama akan tetapi ada beberapa proses harus dilalui.
“Nanti ketika dilihat hasilnya, kalau menunjukkan reaktif, maka bersangkutan harus di isolasi di Wisma Nusantara,” kata dia.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram ini menegaskan, saat ini pemerintah Kota Mataram tidak bicara jumlah yang di rapid test, terpenting tranmiter lokal ini bisa diputus kemudian Ojol dan driver adalah sangat potensial menjadi tranmiter sehingga dilakukan rapid test.
Nyoman mengaku, Pemerintah Kota Mataram terus melakukan contact tracing terhadap kalster sumber virus corona tersebut. Untuk klaster Gowa dan Bogor, tim Covid-19 sudah selesai melakukan contact tracking.
“Adanya hasil contact tracing itu, menunjukkan angka positif Covid-19 ditemukan dan langkah rapid test ini merupakan upaya pemutusan penyebaran virus corona di Kota Mataram, NTB pada umumnya,” ujarnya.
Nyoman menambahkan, sebanyak 360 orang tanpa gejala di Kota Mataram, kemudian PDP sebanyak 124 masih dalam pengawasan, 52 orang selesai dalam pengawasan. Sedangkan ODP sebanyak 91 masih dalam pemantauan dan 431 selesai dalam pemantauan.
Per tanggal 27 April 2020, sebanyak 3 orang terkonfirmasi positif, 2 orang berasal dari Ampenan, 1 orang dari Selaparang. Intinya, kita terus putus rantai penyebaran virus ini, dengan semakin bertambahnya positif virus corona, membuktikan tim telah mampu menyasar klaster yang ada,” pungkasnya.
Pemerintah Kota Mataram berharap supaya masyarakat tetap mematuhi imbauan agar tetap menjaga social dan physical distancing. Selalu memakai masker, cuci tangan dan menjaga kesehatan. (TN-red)