
Mataram, Talikanews.com – Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB menyampaikan notice terbaru penambahan kasus positif virus corona sebanyak 15 orang per tanggal 26 April 2020. Sebanyak 23 orang dinyatakan sembuh, masih terpapar sebanyak 164 orang dan total keseluruhan 195 kasus.
Adanya penambahan itu membuat posisi NTB lebih tinggi dibandingkan Provinsi Bali, per tanggal 25 April kemarin diangka 183 kasus.
“Dengan adanya tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 2 (dua) orang tambahan sembuh, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB, sebanyak 195 orang, dengan perincian 23 orang sudah sembuh, 4 meninggal dunia, serta 164 orang masih positif dan dalam perawatan,” ungkap Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, HL Gita Ariyadi.
Gita menjelaskan, pada hari Minggu 26 April 2020 telah dilakukan pemeriksaan terhadap 105 sampel swab dengan hasil 82 sampel negatif, 8 (delapan) sampel ulangan positif dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19.
Adapun pasien itu inisial MD, (37) perempuan, warga Kelurahan Dayan Peken, Ampenan, Kota Mataram, kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 106. Pasien MZ,(23) laki-laki, warga Ampenan Utara, Kota Mataram, ernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien I, (28) laki-laki, warga Desa O’o, Dompu, Kabupaten Dompu, pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
Pasien R, (48) laki-laki, warga Desa O’o, Dompu, Kabupaten Dompu. Pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien J, (30) laki-laki, warga Desa Soritatanga, Pekat, Kabupaten Dompu. Pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien W, (39)laki-laki, warga Desa Nangakara, Pekat, Kabupaten Dompu. Pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien J, (60) laki-laki, warga Desa Tambora, Pekat, Kabupaten Dompu. Pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
Pasien RH, (36) laki-laki, warga Desa Pekat,
Pekat, Kabupaten Dompu. Pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien MSR, (65) laki-laki, warga Desa Pekat, Pekat, Kabupaten Dompu. Pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien nomor APR, (35) laki-laki, warga Desa Dorobelo, Manggalewa, Kabupaten Dompu. Kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 61. Pasien LASS, (34) laki-laki, warga Ampenan Selatan, Kota Mataram. Pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
Selanjutnya, pasien YA, (33) laki-laki, Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien A,(55) laki-laki, Mangge, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Pasien NH, (20) perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 82. Pasien YY, (38) laki-laki, Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
“Selain adanya kasus baru, hari ini juga terdapat 2 (dua) orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif yakni Pasien nomor 11, N, (65) laki-laki, Kayangan, Lombok Utara dan Pasien nomor 49, ATW, (36) laki-laki, Kekalik, Sekarbela, Kota Mataram,” kata dia.
Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, lanjut Gita, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.
Sekretaris Daerah Provinsi NTB itu juga memaparkan populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
Sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 1.093 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 47 orang reaktif, dan 1.996 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 451 orang reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 orang reaktif.
“Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19,” ujarnya.
Terhadap jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 460 orang dengan perincian 297 orang PDP masih dalam pengawasan, 163 orang PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.782 orang, terdiri dari 841 orang masih dalam pemantauan dan 3.941 orang selesai pemantauan.
Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.591 orang, terdiri dari 1.757 orang masih dalam pemantauan dan 834 orang selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 48.436 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 13.199 orang, dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 35.237 orang.
Dia meminta kepada seluruh masyarakat dimohon untuk terus menjaga kedisiplinan dan kewaspadaan terhadap penyebaran wabah Covid-19.
Berdasarkan pantauan, saat ini masih banyak masyarakat yang tidak menerapkan protokol pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 sesuai anjuran pemerintah.
“Kegiatan jual beli di sejumlah pasar tradisional, rumah makan/lesehan, pusat-pusat perbelanjaan serta pedagang asongan disepanjang jalan dalam Bulan Suci Ramadhan ini terpantau masih banyak warga yang tidak menggunakan masker dan tidak menerapkan physical distancing,” sentilnya.
Begitu juga kerumunan masyarakat terutama anak-anak muda menjelang berbuka puasa, menggunakan sepeda motor tanpa helm dan masker. Sehubungan dengan hal tersebut diminta kepada Bupati/Walikota agar melakukan pengawasan dan penertiban secara tegas, dengan mempedomani Surat Edaran Gubernur Nomor 551/635/DISHUB/I Tanggal 24 April 2020 Tentang Pengendalian Transportasi serta Surat Edaran Gubernur Nomor 19/160/Pol-Pol/2020 Tentang Himbauan Untuk Menjaga Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Pada Bulan Suci Ramadhan 1441 H Tahun 2020.
“Untuk penertiban dan penindakan tersebut agar mengoptimalkan peran Satuan Polisi Pamong Praja berkoordinasi dengan Aparat Keamanan setempat,” tegasnya. (TN-red)