13 Tahanan Lapas dan Polres Lotim di Karantina Lantaran Rapid Testnya Reaktif

Lombok Timur, Talikanews.com – Sebanyak 13 tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Selong dan tahanan Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, terpaksa di Karantina oleh Tim Medis Covid-19 Lotim di Rusunawa Labuhan Lombok lantaran hasil rapid testnya reaktif.

Langkah itu dilakukan guna mengantisipasi penularan virus Corona di lingkungan rumah tahanan.

Juru bicara satgas covid-19 Lotim, Dr. H. Pathurrahman mengatakan Tim Medis Covid-19 telah melakukan rapid test terhadap tahan baik di Lapas Selong dan di Polres Lotim, dari hasil rapid test sebanyak 13 orang hasilnya menunjukkan reaktif sehingga naik status jadi PDP.

“Infonya setelah dilakukan rapid test, ada 13 orang tahanan hasilnya reaktif, dan saat ini sudah di karantina terpusat di Rusunawa Labuhan Lombok,” ungkapnya, Minggu (26/04).

Pathurrahman menjelaskan bahwa ruangan karantina bagi 13 tahanan tersebut dilakukan secara terpisah dengan PDP lainnya serta mendapatkan pengawasan lebih ketat oleh petugas.

“Ya, pengawasannya terpisah dengan yang lainnya,” kata Pathurrahman.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadikes) Lotim, dr. Hasbi Santoso menyampaikan bahwa Rapid Test terhadap para tahanan itu dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 di tempat-tempat keramaian, seperti lapas dan rumah tahanan (Rutan).

“Kami merapid test mereka, karena di rutan manapun pasti ada sekumpulan orang, dan ini merupakan faktor resiko untuk penjalaran covid-19,” kata dia

dr. Hasbi menjelaskan bahwa ada 6 orang yang Dirapid Test di Lapas Selong, di mana 1 orang hasilnya menunjukkan reaktif. Sementara itu, untuk tahanan Yanga ada di Polres Lotim, yang hasil Rapid Testnya reaktif sebanyak 12 orang. Sehingga jumlah tahanan yang hasil rapid testnya reaktif berjumlah 13 orang.

“Tahan di Lapas Selong yang hasilnya sudah keluar sebanyak 6 orang, 1 di antaranya reaktif,” tambah dr. Hasbi.

Adapun mengenai berapa jumlah tahanan seluruhnya yang telah melakukan rapid test di Lotim, baik Pathurrahman maupun dr. Hasbi tidak memberikan keterangan yang lengkap,

Sampai berita ini diturunkan, mereka hanya mengkonfirmasi hasil rapid test yakni 13 tahanan tersebut. (TN-08)

Related Articles

Back to top button