Bupati Lobar Kroscek Video Sebut Masyarakat yang di Karantina Makan Nasi Basi

Lombok Barat, Talikanews.com – Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid akan mendalami sumber dan kebenaran isi video yang beredar bahwa, masyarakat yang di karantina untuk pencegahan penyebaran Covid-19 itu diberi makan Nasi basi.

Saat dikonfirmasi, Bupati Fauzan Khalid mengaku belum mengetahui pasti terkait video tersebut. Namun, dirinya tidak tinggal diam untuk mencari tahu kebenaran informasi itu.

“Saya belum terima Informasi itu, tapi akan kami dalami kebenarannya karena, fasilitas karantina sudah kita jamin bagus serta pelayanan,” ungkapnya Sabtu (25/04).

Dia mengatakan, kalaupun dirinya belum mengetahui kebenaran informasi tentang video itu. Namun harus di kroscek karena, yang menangani konsumsi (makan) untuk masyarakat yang dikarantina adalah Dinas Sosial Lombok Barat.

“Itu pun, makanan yang diberikan ke masyarakat khususnya yang di karantina dipesan lewat catering,” kata dia.

Fauzan menegaskan, harus dikroscek kebenaran video tersebut. Seandainya itu benar, maka tempat mesan (catering) yang akan terima konsekuensi yakni pindah tempat mesan.

“Iya konsekuensinya, kami tidak lagi percaya ke perusahaan catering tersebut,” ujarnya.

Fauzan mengaku, sebelumnya alumni Ijtimak Gowa itu pernah minta disiapkan kompor dan kebutuhan lainnya untuk mereka masak. Tapi, pemerintah memiliki pertimbangan sehingga tidak di izinkan.

“Saya tidak izinkan karena banyak pertimbangan, termasuk keamanan,” tegasnya.

Dia menambahkan, saat ini sebanyak 40 an orang di karantina, angka itu fluktuatif, ada yang di kirim ke Rumah Sakit jika hasil Swab positif. Terhadap hasil rapid test reaktif di kirim ke Sanggar Mutu Gerung untuk di karantina. Jika hasil Swab negatif negatif langsung di pindah ke SKB Gunungsari untuk di karantina selama 14 hari.

Sedangkan yang dinyatakan hasil Swab positif, petugas langsung ditangani di Rumah Sakit sampai sembuh.

“Kita mau massif lakukan ravid test dan akan lebih massif lagi. Itulah sebabnya beberapa Gedung milik Pemprov NTB yang ada di Lobar kebetulan lagi kosong, seperti Bapelkes di Lingsar, Gedung Disos Provinsi di Selat Narmada dan beberapa SMK yang punya penginapan kita siapkn untuk tempat karantina,” pungkasnya sembari mengatakan, yang jadi persoalannya adalah komunikasi di tingkat Pemda sudah oke, tapi sayangnya tindak ditindaklanjut di bawah berbagai macam alasan.

Kepala Dinas Sosial Lobar L. Marta Jaya, membenarkan hal itu, tapi kejadian tersebut bukan hari ini, melainkan pada hari Jumat (24/04) yang tidak disengaja disebabkan, didalam nasi tersebut ada urap yang bahannya dari kelapa. Namun perlu diketahui, menu makan yang diberikan kepada masyarakat di karantina sudah sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan.

“Begitu ada keluhan, kami langsung ganti dengan nasi bagus, dan mereka makannya lahap,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button