Telur JPS Gemilang NTB Busuk, Kadus Ini Beberkan Penerimanya adalah Penerima PKH dan BPNT

Lombok Utara, Talikanews.com – Puluhan penerima program Jaminan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang di Dusun Kroya Desa Jenggala Kecamatan Tanjung, Lombok Utara keluhkan Telur program Pemerintah Provinsi NTB, yang di hajatkan bagi masyarakat terdampak Covid-19, busuk dan pecah.

Kepala Dusun Kroya, Iwan Setiawan menyampaikan, telur didalam Sembako JPS Gemilang itu banyak yang busuk dan pecah.

“Saya berusaha memilah telur yang busuk dan pecah itu di Kantor Desa sebelum masyarakat menerimanya. Harapan, tidak ditolak, yang jadi masalah baru, jumlahnya berkurang, tidak lagi 20 butir,” ungkapnya, Jumat (24/04).

Dia mengatakan, program JPS Gemilang ini tidak efektif, hal itu dikatakan karena munculnya surat edaran persyaratan bahwa yang berhak menerima JPS Gemilang itu di luar penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Faktanya nama-nama yang dikirim ke Dusun merupakan data penerima PKH, dan BPNT itu sendiri.

“Saya ini hanya Kadus, saya berusaha rubah nama penerima agar masyarakat miskin yang memang berhak menerima, namun itu tidak berani dirubah pihak pemerintah,” kata dia.

Iwan memaparkan, sebanyak 120 Kepala Keluarga (KK) di Dusun yang dibinanya, diantara jumlah itu sebanyak 23 KK mendapatkan Sembako JPS Gemilang, 20an KK merupakan penerima PKH, BPNT dan BLT.

“Rata-rata kalau saya amati, penerima JPS Gemilang kemarin itu adalah penerima PKH dan BPNT,” cetusnya.

Iwan mengaku, sudah berusaha untuk mengganti data itu, harapan yang akan menerima JPS Gemilang ini penerimanya non PKH dan BPNT. Tapi, dirinya tidak berdaya karena pemerintah bilangan tidak berani.

“Seandainya semua itu diserahkan ke Kadus, maka insyaallah kami bisa atur dibawah biar yang belum menerima bantuan sama sekali, bisa kita berikan JPS Gemilang. Namun malah sebaliknya, data sudah ada dari Pusat sesuai nama yang sudah tercantum. Kadus serba salah dibuat oleh JPS Gemilang ini, disalahkan terus,” keluhnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Hj T Wismaningsih, mengatakan segera perintahkan petugas untuk mengganti telur yang busuk dan pecah itu.

“Segera saya minta untuk diganti, karena masih dalam proses droping harus diganti oleh pihak penyedia tidak boleh diteruskan ke masyarakat,” jawabnya santai.

Bagaimana soal data yang masih amburadul dan penerima JPS Gemilang adalah penerima PKH BPNT dan BLT? Untuk kasus-kasus seperti itu lanjut Wismaningsih, diperbolehkan untuk diganti oleh Kepala Desa bersangkutan sesuai kriteria. (TN-red)

Related Articles

Back to top button