Jika Tak Mau Gaduh terkait Program JPS Gemilang, Dewan NTB Sarankan Gubernur Libatkan TNI-Polri

Mataram, Talikanews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat, pesimis program Jaminan Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dari Pemerintah Provinsi NTB lantaran data penerima tidak valid alias masih tumpang tindih.

Oleh sebab itu, Anggota Komisi V DPRD NTB, TGH Hazmi Hamzar menyarankan supaya Pemerintah dalam hal ini, Gubernur agar melibatkan TNI – Polri dalam melakukan pendataan tersebut.

“Kalau hanya mengandalkan petugas dari pemerintahan, saya yakin tetap akan gaduh karena punya kepentingan. Lebih baik libatkan TNI – Polri agar data itu cepat clear,” ungkapnya Jumat (24/04).

Politisi PPP ini menuding, pemerintah daerah tidak punya panggkalan data valid. Sehingga, ketika pemerintah pusat meminta data cepat maka data apa saja langsung dikirim ke Jakarta dengan judul berbeda juga.

“Kasihan pemda ini. Saya yakin pasti tumpang tindih dan akan menunjukkan persoalan baru ketika program JPS Gemilang diturunkan, begitu juga program BPNT, BLT dan PKH,” kata dia.

Dia menegaskan, program BLT, PKH, BPNT dan program lainnya saat ini sudah byname dan byaddres, itu sangat sulit juga. Anehnya di Pemerintah Provinsi NTB justru tidak mempunyai data lengkap tenaga kesehatan byname dan byaddres.

“Saat ini tenaga mereka sedang dibutuhkan menangani kasus Covid-19, belum jelas berapa jumlahnya dan bagaimana kebutuhan di setiap Rumah Sakit dan Puskemas, terus bagaimana cara menganggarkan jika data saja tidak valid,” tegasnya.

Hazmi Hamzar mengatakan, amburadulnya data itu harus segera diperbaiki, terlebih pemerintah daerah belum rapat mengenai bantuan ke masyarakat terdampak Covid-19 tersebut. Sekali lagi, dirinya sangat menyarankan kepada Gubernur NTB supaya minta bantuan TNI-Polri supaya penanganan dampak Covid-19 ini bisa ditangani cepat layaknya penanganan Gempa tahun 2018 lalu.

“Jangan malu minta bantuan TNI-Polri, dari pada akan jadi masalah dikemudian hari,” pungkasnya. (TNI-red)

Related Articles

Back to top button