Satgas Lawan Covid-19 DPRD NTB Siap Distribusikan APD dan Obat-Obatan

Mataram, Talikanews.com – Satuan Tugas (Satgas) Lawan Covid-19 DPRD NTB menggelar rapat internal persiapan distribusi Alat Pelindung Diri (APD) dan Obat-Obatan untuk masyarakat.

“Kita sudah susun rencana aksi pembagian itu menyusul bantuan dari Satgas Pusat DPR RI dalam proses pengiriman ke Lombok, insya Allah kemungkinan tiba hari Kamis 23 April,” ungkap koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPRD NTB Sambirang Ahmadi, Rabu (22/4).

Sambirang mengatakan, jika tidak ada kendala maka, Satgas mulai turun tanggal 27-28 April 2019 untuk distribusikan APD dan obat-obatan itu yakni dimulai dari Epicentrum penyebaran Covid-19.

Politisi PKS itu belum berani menyebutkan jumlah APD yang terkirim, karena perlu didata ulang begitu diterima Satgas NTB. “Iya kalau banyak kita bagi rata saja, jika terbatas, diperioritaskan daerah yang urgent,” kata dia.

Logistik kesehatan ini lanjutnya bmerupakan distribusi tahap pertama. Karena akan ada tahap berikutnya. Satgas Lawan Covid-19 DPRD NTB juga akan buka skema bantuan lain yang akan digali untuk menambah sesuai kebutuhan.

“Insya Allah, setelah APD dan obat-obatan, selanjutnya kami upayakan paket Sembako. Sumber dana dari pihak ketiga,” cetusnya.

Supaya tidak tumpang tindih penerima, Satgas Lawan Covid-19 DPRD NTB menunggu validasi data yang dilakukan pemerintah, terutama dalam pendistribusian Jaring Pengaman Sosial (JPS).

“Jangan sampai tumpang tindih, karena ada juga penerima JPS, PKH, BLT DD,” tegas Sambirang.

Intinya, proses pendistribusian APD dan obat-obatan ini dibagi empat tim, untuk ke daerah Bima di pimpin Mori Hanafi, Sumbawa tugasnya Sambirang, kemudian RSUP NTB H Mahali Fikri yakni dan Lombok Timur tugasnya Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Bidang Pengawas Internal Satgas Lawan Covid-19 DPRD NTB, TGH Mahally Fikri menegaskan, tim dibagi berdasarkan jumlah daerah penyebaran Covid-19 dengan kasus tinggi. Langkah ini sebagai bentuk aksi nyata DPRD NTB ikut membantu bendung penyebaran virus.

“Kita berharap dengan kerja kolektif semua wabah virus corona ini segera selesai,” harapnya.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, Pulau Lombok merupakan epicentrum penyebaran tertinggi dibanding pulau Sumbawa. Sehingga, Satgas lebih memperioritaskan distribusi APD dan obat-obatan lebih banyak di Pulau Lombok.

“Sekitar 80 persen kasusnya ada di Lombok,” paparnya.

Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPRD NTB HL Budi Suryata menghimbau masyarakat tidak meremehkan pandemi ini. “Kita harus waspada, tetapi juga jangan panik berlebihan, sehingga imun tubuh kita turun,” katanya.

Semua elemen harus bergandengan tangan, bahu-membahu membendung penyebaran virus. Saling membangun kesadaran menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat. (TN-red)

Exit mobile version