Kades Penujak dan 19 Kadus Tolak ada Isolasi 64 Orang Klaster Gowa di Illira Hotel

Lombok Tengah, Talikanews.com – Kepala Desa Penujak Kecamatan Praya Barat, L Suharto menolak langkah pemerintah daerah yang menempatkan atau isolasi 64 jamaah eks tabligh akbar klaster Gowa di hotel illira yang berada di Wilayah Desa Penujak.

Kepala Desa Penujak, Lalu Suharto menegaskan, sejauh ini Pemda Loteng tidak pernah melibatkan masyarakat setempat berdialog untuk menempatkan orang dalam pemantauan (ODP) klaster Gowa, notabene di duga sebagai pembawa virus corona di salah satu Hotel masuk Wilayah Penujak.

Dia mengaku, penolakan ini bukan keinginan sendiri, melainkan dari semua kepala dusun dan masyarakat.

“Kami mewakili 19 kepala dusun dan masyarakat Desa Penujak menolak keras penempatan 64 jamaah klaster Gowa di Hotel tersebut,” kata dia. Selasa (21/04).

Suharto juga kecewa atas sikap Pemda Loteng keluarkan ancaman jika ada masyarakat yang memprotes dan menolak kebijakan Pemda untuk menempatkan atau isolasi ODP.

“Jika tidak ingin ditolak, harusnya Pemda lakukan sosialisasi terlebih dahulu menyangkut kebijakan, jangan semaunya. Kami disini jadi sasaran masyarakat karena dianggap setuju atas penempatan jamaah itu,”tegasnya.

Semestinya, Pemda menempatkan klaster Gowa itu di eks Kantor yang tidak ada isinya atau gedung Hotel Aerotel.

“Jangan menempatkan sumber virus di wilayah kami yang sudah steril, gunakan kantor yang kosong atau gedung Hotel Aerotel. Saya juga ingin masyarakat kami sehat, bukan malah didatangkan sumber virus, jadi silahkan Pemda tarik kembali semua klaster Gowa itu dari Desa Penujak,” pungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button