
Lombok Utara, Talikanews.com – Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Lombok Utara, dr H Syamsul Hidayat menyampaikan sebanyak 50 orang klaster Gowa Sulawesi Selatan yang ada di Lombok Utara hasil rapid test reaktif. Ada dua orang , Anak-anak dan masih Bayi status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang merupakan keluarga dari positif virus corona.
Direktur RSUD Lombok Utara itu mengatakan, terhadap eks Gowa 50 orang tersebut rencana akan di Karantina jadi satu tempat.
“Kalau Bayi status PDP dari keluarga yang positif virus corona sedang kita rawat di Rumah Sakit,” ungkapnya, Sabtu (18/04).
dr Hidayat menegaskan, terhadap yang reaktif hasil rapid test belum tentu jadi positif. Sehingga, untuk antisipasi dilakukan langkah Isolasi atau karantina terhadap eks Gowa tersebut.
Oleh sebab itu, dr Hidayat berharap kepada Dinas Kesehatan atau Tim Covid-19 Provinsi untuk tetap memantau Lombok Utara.
“Kalau bisa tim Provinsi turun di lapangan melihat kondisi Lombok Utara. Memang pernah saat di Gili, sedangkan ke RSUD belum,” kata dia.
Dia mengaku, saat ini Tim Covid-19 Lombok Utara fokus terhadap eks Gowa yang reaktif hasil RDT nya itu
Terkait permintaan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhadini Eka Dewi mengatakan, yang memandu contact tracing di KLU dari awal sejak ada yang positif adalah Tim Provinsi ,termasuk menyusun skenario karantina di eks Rumah Sakit Sementara itu.
“Saya senang tim saya tidak ketahuan berada di Lombok Utara, berarti dia (tim) betul-betul berada di lapangan,” cetusnya.
Disinggung apakah tim tersebut terselubung? Eka menegaskan, tidak terselubung, malah mereka datang resmi membimbing teman- teman survailance KLU di lapangan. (TN-red)