Pulang Dari Rantauan, Sebanyak 80 Warga NTT akan Numpuk di NTB , Ada Apa?

Mataram, Talikanews.com – Sebanyak 80 orang lebih warga Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan pulang dari Rangkaian melalui Jalur Laut ke daerah nya masing-masing, diperkirakan akan numpuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Informasi diserap media ini, mereka diduga tidak diterima oleh pemerintah daerah setempat.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, L Bayu Windiya membenarkan informasi tersebut.

“Gelombang kepulangan warga NTT itu dimulai beberapa hari terakhir ini. Namun informasi sementara, ada dugaan mereka ditolak pulang oleh Pemprov dan Pemkab nya. Bisa-bisa mereka terdampar di NTB seperti di Lembar, Sape,” ungkapnya , Jumat (17/04) di Mataram

Bayu menyampaikan, jumlah itu akan terus bertambah. Terlebih, informasi hasil koordinasi dari tim lapangan, hari ini sudah ada calon penumpang tujuan Waingapu sekitar 40 orang rencana berangkat menggunakan Kapal Motor Egon tanggal 18 atau 19 April 2020.

Sementara informasi dari KSOP Waingapu bahwa Pemda Waingapu hanya membuka kesempatan untuk menerima penumpang trip yang sebelumnya saja.

“Saya (dia petugas,red) sudah ngomong sama orang Pelni Lembar, kalau KM Egon tidak mau mengangkut penumpang yang ada di Pelabuhan Lembar, sehingga pihak KM bilang, lebih baik tidak usah sandar di Lembar,” tutur Bayu.

Informasi lain, KM Egon hanya mampir untuk angkut muatan logistik saja bukan membawa penumpang, alasannya tidak dapat izin dr pemda Waingapu Provinsi NTT, sehingga memilih tidak masuk sekalian, kalau mereka tidak mau terima penumpang.

“Kalau tidak diangkut pake Egon mereka bisa terlantar di Daerah NTB pak Kadis, sepertinya di antara mereka ini ada yang tidak punya uang untuk beli makan,” kata Bayu menyampaikan informasi tersebut.

Bayu menambah, saat ini sebanyak 40 orang berada di NTB, belum terhitung kedatangan tanggal 18 dan 19 April.

“Menurut saya pemda NTT harusnya mengumumkan kepada warganya yang merantau kalau mereka tidak mau menerima kepulangan mereka dalam situasi wabah covid-19. Kondisi ini saya harus laporkan ke Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, supaya antar Gubernur yang komunikasi,” cetusnya.

Bayu mengaku tidak tahu langkah apa yang akan dilakukannya karena mereka merupakan warga NTT. Terlebih saat ini gelombang warga NTT datang lagi dan belum berhasil meyakinkan Pemprov NTT untuk menerima mereka. (TN-red)

Related Articles

Back to top button