Tak Ingin Terpapar Covid-19, Masyarakat Mataram Berlakukan PSBL

Mataram, Talikanews.com – Beberapa akses jalan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat ditutup oleh masyarakat setempat seperti terlihat di Jalan Ansoka Mataram, langkah itu bentuk pembatasan sosial berskala lingkungan (PSBL), upaya mencegah terpaparnya dari virus corona.

Penutupan beberapa akses jalan itu lantaran jumlah positif virus corona di Kota Mataram cukup banyak capai 23 orang. Sebanyak 20 orang dalam perawatan, 2 orang meninggal dan 1 orang dinyatakan sembuh.

Begitu halnya dengan data Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 210 orang. Pasien Dalam Pengawasan 35 orang, sebanyak 27 orang selesai dalam pengawasan dan ODP sebanyak 98 orang, 313 orang selesai dalam pemantauan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa, penutupan jalan itu merupakan bagian upaya swadaya masing-masing lingkungan untuk melakukan pembatasan sosial berskala lingkungan (PSBL).

“Yang penting mereka tidak menutup akses jalan utama saja,” ungkapnya, Kamis (16/04), di Mataram.

Dia mengaku, saat ini pemerintah Kota Mataram sedang menyiapkan skema Jaringan Pengaman Sosial (JPS) untuk masyarakat yang terdampak. “Sebanyak 60.000 warga Mataram terdampak Covid-19 dan akan diberikan bantuan sosial selama 6 bulan,” kata dia.

Jumlah itu lanjutnya, merupakan perpaduan dari program bantuan sosial dari pemerintah pusat, JPS Gemilang Provinsi NTB dan JPS Kota Mataram yang jumlahnya mencapai 42.000 orang ditambah dengan pegawai yang dirumahkan, pegawai PHK, penyandang disabilitas, anak terlantar, lansia, UMKM, dan nelayan yang mencapai 60.000 orang.

Dia menyampaikan JPS Kota Mataram sendiri akan dimulai bulan April sampai dengan bulan September 2020, dengan skema pada tiga bulan pertama warga penerima manfaat akan diberikan bantuan senilai Rp. 250.000 per keluarga, per bulan dalam bentuk beras, minyak, telur, biskuit, dan masker.

Dengan fokus penangan Covid-19 Kota Mataram saat ini membutuhkan anggaran sebesar Rp. 350 Milyar. Biaya tersebut hasil relokasi dan refocusing anggaran dengan menyisir pos anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kota Mataram. Langkah ini sebagai bentuk keseriusan Kota Mataram dalam menangani Covid-19, dan mengantisipasi dampak sosial yang akan terjadi.

Dengan upaya penanganan sosial yang dilakukan pemerintah Kota Mataram saat ini, Walikota Mataram H Ahyar Abduh berharap masyarakat mendukung pemerintah dengan cara tetap menjalankan protokol Covid-19, melakukan social distancing, physical distancing, ‚Äúdemi kebaikan kita semua”. (TN-red)

Related Articles

Back to top button