Tujuh Pasien Positif Covid-19 di NTB Dinyatakan Sembuh, 2 Meninggal dan Tersisa 32 Orang

Mataram, Talikanews.com – Pasien positif virus corona di Nusa Tenggara Barat yang dinyatakan sembuh terus bertambah. Sebelumnya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB menetapkan 5 orang sembuh, per tanggal 15 April berdasarkan hasil tes Swab terakhir, 2 orang lagi sembuh. Artinya, sampai saat ini, total positif Covid-19 yang sembuh sebanyak 7 orang.
Adapun pasien dinyatak sembuh yakni pasien nomor 08 berinisial H asal Bagu, Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah. Pasien tersebut sebelumnya bekerja di kapal pesiar dan pulang ke Lombok setelah dari Amerika. Pasien 08 inisial H (33) ini satu-satunya klaster luar negeri.
Kemudian pasein nomor 01 asal Lombok Timur, pasien nomor 05, pasien nomor 10 dan pasien nomor 25 berinisial MAS (14) laki-laki, asal Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur.
Selanjutnya, pasien nomor 05 inisial M (50) perempuan, asal Kecamatan Lunyuk
Kabupaten Sumbawa, pasien masih
dirawat di RSUD H.L. Manambai Abdulkadir Sumbawa untuk perbaikan kondisi dan
direncanakan segera keluar rumah sakit.
Terakhir, pasien nomor 09 inisial NM (28) perempuan, asal Desa Toya, Kecamatan
Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, pasien
masih dirawat di RSUD R. Soedjono Selong untuk perbaikan kondisi dan direncanakan
segera keluar rumah sakit.
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Covid-19, HL Gita Ariyadi menyampaikan, dengan bertambahnya pasien yang sembuh maka jumlah pasien konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 41 orang, dengan perincian 7 (tujuh) orang sudah sembuh, 2 (dua) orang meninggal dunia, sisa 32 orang masih positif dan dalam keadaan baik.
“Semua pasien yang dinyatakan sembuh berdasarkan hasil laboratorium swab negatif dua kali telah bebas dari Covid-19. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir tertular virus pada pasien yang telah sembuh serta mendukung pasien untuk melanjutkan perbaikan kondisi di rumah masing-masing sampai 14 hari setelah keluar rumah sakit,” ungkapnya Rabu (15/04) di Mataram.

Sekda Provinsi NTB itu menjelaskan, daya tim, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 183 orang dengan perincian 94 orang PDP masih dalam pengawasan, 89 orang PDP selesai pengawasan/sembuh, dan 12 orang PDP meninggal.
Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP)
jumlahnya 4.000 orang, terdiri dari 1.153 orang masih dalam pemantauan dan 2.847 orang selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 912 orang, terdiri dari 819 orang masih dalam pemantauan dan 93 orang selesai pemantauan.
Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 34. 211 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 15.899 orang, dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 18.312 orang.
Sebagian besar lanjutnya, populasi berisiko sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu kepada tenaga kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke
Gowa Makassar.
Gita menambahkan, sebanyak 188 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil 7 orang dengan hasil reaktif, 705 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 46 orang reaktif, dan 472 PPTG perjalanan Gowa Makassar diperiksa dengan hasil 108 orang reaktif.
Semua orang dengan hasil RDT reaktif dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk
penegakan diagnosa Covid-19.
Metode pemeriksaan dengan RDT yang dilakukan terhadap ODP, OTG dan PPTG merupakan langkah tepat sebagai deteksi dini untuk mencegah penularan Covid-19 lebih luas. Semakin banyak warga yang terdeteksi, maka semakin mudah dan cepat kita bisa melakukan pencegahan dan tindakan penanganan medis.
“Jadi, dengan adanya rapid tes ini, kita dapat memperkirakan dan mempersiapkan diri jika dalam beberapa hari kedepan akan ada lonjakan jumlah pasien positif Covid-19. Tetapi hal ini jangan dipandang sebagai hal yang buruk dan membuat panik. Justru, ini adalah perkembangan positif, karena kita telah memulai langkah yang benar, untuk melakukan penanganan yang cepat dan tepat, sehingga semua pasien bisa sembuh dan masyarakat lainnya tidak terjangkit,” ujarnya.
Tim Covid-19 terus berupaya memutus rantai penyebaran virus corona ini dengan berbau upaya. Oleh sebab itu, diharapkan kepada semua elemen masyarakat untuk menaati imbauan pemerintah mengenai social dan physical distancing.
Tidak hanya itu, jaga pola hidup sehat, cuci tangan dan tidak keluar rumah jika tidak mendesak.
“Jika itu kita jalankan, maka virus ini bisa kita putuskan penyebaran,” pungkasnya (TN-red)





