Jangan Pandang Buruk Pasien Reaktif, Dinkes NTB: Tiga Skenario Penanganan Covid-19

Mataram, Talikanews.com – Adanya langkah rapid tes untuk memperkirakan akan terjadi lonjakan jumlah pasien reaktif. Jangan dipandang sebagai hal yang buruk dan membuat panik. Justru, hal ini adalah perkembangan positif karena telah memulai langkah yang benar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB menyampaikan, ada 3 (Tiga) tahap skenario Covid-19 di NTB. Pertama, tahapan pra paparan yang dimulai sejak Januari – Februari. Kedua, tahapan transmisi awal mulai 16 Maret 2020 sejak ditemukannya oasien 01 positif covd19. Ketiga yakni tahap epidemi yaitu pada saat ada kasus yang tidak bisa ditemukan tracing dengan cluster yang ada.

“Kalau ada pertanyaan dari cluster mana Pasien 27 maka saat ini sedang dilakukan contact tracing dan sangat besar kemungkinannya bersentuhan dengan claster Makassar. Sehingga bisa dikatakan bahwa sampai saat ini NTB masih berada pada tahap Kedua skenario penanganan Covid19 di NTB,” papar Eka memberikan pemahaman kepada masyarakat, Rabu (15/04).

Sapaan dr Nekad itu mengaku sangat bersyukur bahwa Rapid Test kini bisa dilakukan di NTB dan cepat diketahui hasilnya. Penerapan rapid test atau tes cepat yang diberlakukan Pemprov NTB dalam menangani penyebaran wabah Covid-19 dinilai merupakan kebijakan yang tepat. Negara-negara yang sukses memerangi Covid-19 juga memulai langkah penanganannya dengan kebijakan semacam ini.

Lewat tes cepat, proses deteksi dini warga yang mengidap Covid-19 akan semakin mudah dilakukan. Memang, akselerasi melalui tes cepat ini menghasilkan penambahan data pasien positif dalam jumlah yang dramatis.

Namun, hal ini tentu saja lebih baik ketimbang membiarkan warga yang tak terdeteksi bebas berinteraksi tanpa diketahui rekan berinteraksinya.

“Upaya deteksi dini adalah langkah awal yang harus ditempuh untuk menghadapi Covid-19. Semakin banyak yang terdeteksi, semakin baik. Ketimbang mereka membawa virus dan bebas di luar sana, mana yang lebih baik?,” kata Eka.

Menurutnya, upaya deteksi dini secara massal memang menjadi resep yang ditempuh oleh negara yang sukses dalam penanganan Covid-19. Misalnya, Korea Selatan yang sukses melalui skema tes cepat mereka. Berkat tes cepat, Korsel memang mencatatkan jumlah pasien positif yang sangat besar setelah China. Namun, perkembangan ini terbukti membawa hasil menggembirakan karena Korsel berhasil meminimalisir potensi penularan dan kasus baru.

Penularan dan kasus baru terjadi karena orang yang membawa virus dibiarkan bebas berinteraksi dengan warga yang belum tertular. Ketika semakin banyak warga teridentifikasi, maka potensi penularan itu tentu akan bisa lebih diminimalisir.

“Jadi, dengan adanya rapid tes, kita memperkirakan akan terjadi lonjakan jumlah pasien positif, atau untuk sementara, pasien reaktif. Tapi ini jangan dipandang sebagai hal yang buruk dan membuat panik. Justru, ini adalah perkembangan positif. Karena kita telah memulai langkah yang benar,” tegas Nurhandini Eka Dewi.

Dia mengajak masyarakat tetap jaga kesehatan. Terapkan pola hidup bersih dan sehat, tetap jaga jarak, pakai masker, berolahraga dan tetap saling memberikan semangat serta doa untuk kita semua memerangi Covid19.

“Bersama lawan covid,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button