Pasien HW yang Positif Covid-19 di Lombok Barat Terpapar “Transmisi Lokal”?

Mataram, Talikanews.com – Hingga saat ini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB masih mencari tahu penyebab terpaparnya pasien HW (2) asal Lombok Barat sehingga bisa terjangkit positif virus corona. Dugaan sementara terpapar “transmisi lokal”.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB, dr Nurhadini Eka Dewi menyampaikan, petugas masih melakukan contact tracing sumber penyebar virus terhadap HW (2) asal Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Dimana, HW masuk RSUD Provinsi tanggal 3 April, dalam keadaan Pneumonia berat dan Anemia. Hari berikutnya dilakukan Swab dan dinyatakan positif Covid-19.

“Transmisi lokal itu bukan di Rumah Sakit, transmisi lokal itu di darah, bisa juga Mataram, Lombok Timur, sekarang Lombok Barat juga sudah terjadi transmisi lokal dari penderita Covid-19 kepada orang disekitarnya,” ungkap Eka menjelaskan pada, Sabtu (11/04).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB itu memaparkan, dari Ikatan Dokter Anak (IDAI), dalam situasi pandemi ini, sejak minggu lalu sudah meminta semua pasien anak dengan pneumonia berat di daerah dengan transmisi lokal yang dirawat di Rumah Sakit, dirawat sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan dilakukan Swab. Pertimbangannya karena, anak-anak adalah kelompok yang rentan, dan dalam keadaan sakit berat mudah ditumpangi Covid-19.

“Jadi resiko anak tertular secara epidemiologis yang menjadi dasar pemeriksaan ini. Sehingga, HW masuk RSUD Provinsi sebagai pasien pneumonia , kemudian di Swab dan dirawat sebagai PDP walaupun tidak ada kontak dari orang positif Covid-19 dan hasil Swabnya dinyatakan positif Covid-19,” kata dia.

Eka menambahkan, saat ini semua pasien anak yang pneumonia juga dilakukan hal sama di seluruh Indonesia, terutama di daerah dengan transmisi lokal.

“Sekali lagi Transmisi lokal itu bukan di Rumah Sakit, transmisi lokal itu di darah, Mataram, Lombok Timur, sekarang Lombok Barat sudah terjadi transmisi lokal dari penderita covid kepada orang disekitarnya,” tegasnya.

Sapaan dr Nekad itu mencontohkan pasien nomor 04 yang dinyatakan sembuh asal luar provinsi yang tinggal di Mataram. Dimana, istri dan anaknya positif Covid-19, itu disebut transmisi lokal. Untuk diketahui, transmisi lokal itu bukan hanya di Rumah Sakit, bisa saja di Rumah, ditempat ibadah dan lainnya.

Eka menyebut, penyakit Pneumonia berat itu salah satu gejala Covid-19. Bahasa sederhananya batuk pilek dan sesak, bahasa medisnya pneumonia.

“Nah untuk pasien HW, belum tentu hasil swab yang menjawab apakah dia (HW) pneumonia karena covid-19 atau karena kuman yang lain,” cetusnya.

Intinya, dalam epidemiologi saat pandemi situasi seperti HW ini, akan muncul di satu titik, yaitu saat sudah muncul carrier disekitar yang tidak disadari oleh semua orang. Keberadaannya disadari setelah ada kasus.

“Yang jelas, contact tracing mendalam akan dilakukan mulai besok, kita lihat hasilnya,” Eka berkilah.

Untuk diketahui, berdasarkan release Satgas Covid-19 NTB, pasien nomor 27 insial HW (2) jenis kelamin laki-laki merupakan warga Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat.

Dimana, pasien dan keluarganya tidak ada riwayat bepergian ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 pun tidak ada. Saat ini HW sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik. (TN-red)

Related Articles

Back to top button