Sebanyak 1.200 Orang Contact Tracing Positif Covid-19 di NTB, 700 Orang di Rapid Test

Mataram, Talikanews.com – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di NTB menyebutkan, sebanyak 1.200 orang yang pernah contact dengan pasien yang dinyatakan positif virus corona.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, HL Gita Ariyadi mengatakan, guna meminimalisir penyebaran Covid-19, petugas kesehatan terus melakukan penelusuran atau contact tracing kepada 1.200 orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dari hasil penelusuran tersebut telah dilakukan rapid test terhadap 700 orang. Dimana terhadap hasil yang menunjukkan “reaksi” diuji lebih lanjut melalui pemeriksaan swab pada laboratorium biomedis RSUD Provinsi NTB.

Gita yang juga Sekda Provinsi NTB ini mengatakan, dengan telah tersedianya peralatan Laboratorium Biomedis RSUD Provinsi NTB, yang diberi kewenangan oleh Kemenkes RI untuk melakukan pemeriksaan swab atau sampel Covid-19 secara mandiri, maka pemeriksaan terhadap hasil sampel saat ini tidak perlu lagi dilakukan di Surabaya.

“Dengan demikian saat ini kita bisa mengetahui hasil laboratorium lebih cepat,” ungkapnya, Jumat (10/04) di Mataram.

Menurut Gita, dengan hasil tes laboratorium yang semakin cepat, maka pasien yang terkonfirmasi covid-19 bisa semakin banyak. Dengan informasi ini maka kita semua bisa semakin tanggap melakukan langkah-langkah antisipasi dan pencegahan bersama.

“Selain itu pasien yang terkonfirmasi positif juga dapat segera diberi tindakan penanganan medis yang tepat dan sesuai, sehingga segera sembuh dan bisa dipulangkan,” ujarnya.

Diharapkan kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang. Keberhasilan pencegahan penularan Covid-19 sangat bergantung dari kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah, memakai masker jika terpaksa keluar rumah, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sesering mungkin terutama sebelum makan atau menyentuh wadah makanan, dan menjaga jarak jika berkomunikasi minimal 2 (dua) meter.

“Jangan panik berlebihan, namun tetap waspada, ikuti anjuran pemerintah demi lebih cepatnya pencegahan Covid-19,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button