Positif Covid-19 Meningkat, Walikota Mataram Ratas perketat Contact Tracing

Mataram, Talikanews.com – Walikota Mataram, Nusa Tenggara Barat, TGH Ahyar Abduh langsung rapat terbatas (Ratas) melihat perkembangan dan situasi peningkatan angka jumlah positif virus corona, bersama tim Satgas Covid-19 Mentaram. Rapat itu juga ditekankan supaya lebih perketat Contact Tracing.

Adapun Hasil Rapat Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram, yang berlangsung Jum’at 10 April 2020 yakni, terdapat peningkatan jumlah pasien Positif Covid-19 di Kota Mataram sebanyak 12 orang, rincian masih dirawat sebanyak 9 pasien, 5 orang di RS Kota dan 4 orang di RSUP. Kemudian 2 orang meninggal meninggal dunia dan 1 orang sembuh.

Pada kesempatan itu juga, Ahyar menegaskan, akan melakukan isolasi terpusat khusus Pasein Dalam Pengawasan (PDP) yakni di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram.

“Supaya proses pemantauan dan penanganan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), kita
akan melakukan isolasi terpusat untuk PDP di RS Kota Mataram,” ungkapnya.

Tidak hanya status PDP, terhadap Orang Dalam Pemantauan (ODP) pun akan dilakukan rapid test. Jika hasil menunjukkan reaktif maka akan dilakukan isolasi terpusat di Wisma Nusantara. Kemudian yang tidak reaktif tetap akan dilakukan isolasi mandiri dengan surat pernyataan dan dilakukan pengawasan secara ketat.

Ahyar Abduh menegaskan, Pemerintah Kota Mataram akan mengumumkan nama jelas pasien Positif Covid-19 dan PDP berdasarkan hasil konsultasi dengan Komisi Informasi dan ketentuan informasi dari BNPB.

Ahyar juga menekankan kepada semua Camat dan Lurah se Kota Mataram, wajib melaporkan masyarakat yang pernah datang dari luar daerah kepada tim gugus untuk diperiksa dan dilakukan pengawasan.

Selanjutnya, tim Satgas melakukan tracking secara ketat bagi orang yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 dan dilaporkan ke Walikota setiap hari sesuai format dengan Assisten 1 sebagai koordinator.

“Kita perketat, jangan lengah, OPD harus di rapid test, kemudian isolasi PDP terpusat. Ini semua untuk mencegah penularan wabah Covid-19,” tegasnya.

Walikota dua periode ini mengimbau kepada masyarakat supaya tidak panik berlebihan, lebih waspada, kedepankan social distancing dan physical distancing.

Tidak hanya, jangan buat kerumanan massa, jaga kesehatan, kebersihan dan selalu cuci tangan. (TN-red)

Related Articles

Back to top button