Bupati Lobar Imbau Masyarakat untuk Taati Fatwa MUI demi Cegah Penyebaran Virus Corona

Lombok Barat, Talikanews.com – Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid langsung mendatangi Tiga Masjid di Kecamatan berbeda pada Selasa malam (07/04) untuk meluruskan polemik Maklumat Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor A-30/DP.P XXVIII/IV/2010 tanggal 6 April 2020 yang ditanda tangani oleh Ketua Umum MUI NTB Prof. H. Saiful Muslim dan Sekretaris Umum Drs. H. Anang Zainuddin.

Kedatangan H. Fauzan Khalid itu untuk meluruskan imbauan MUI tersebut kepada masyarakat agar di indahkan.

“Mari kita percaya terhadap keilmuan para ulama’ yang ada di MUI. Ilmu agama mereka jauh melampaui kita. Banyak di antara mereka alumni Timur Tengah, ada yang alumni Mesir, Madinah, dan mengaji kitab-kitab yang klasik dan modern,” ungkapnya.

Fauzan Khalid menjelaskan, di struktur MUI juga asa komisi fatwa yang khusus mengkaji masalah fatwa. Fauzan pun membanding dirinya yang walaupun menempuh pendidikan agama, namun merasa ilmu agamanya masih sangat kurang sehingga mempercayai dan mengikuti keputusan dan maklumat MUI tersebut.

“Yang tidak diharapkan itu, orang tidak memiliki kemampuan atau kompetensi namun ikut komentar,” kata dia depan jamaah di salah satu Masjid di Kuripan.

Fauzan menyampaikan inti permasalahan yakni menyangkut ibadah shalat Jumat. Terlebih di Lombok Barat sendiri masih tidak seragam. Ada masjid yang mengikuti maklumat dengan tidak menyelenggarakan shalat Jumat dan menggantimya dengan Shalat Zuhur di rumah masing-masing. Namun masih banyak juga ditemukan masih menggelar shalat Jumat itu.

Dia menjelaskan, MUI mengeluarkan fatwa pasti melalui pertimbangan dan kajian, terlebih saat ini berkaitan kondisi virus corona yang mampu membunuh orang banyak tanpa bisa dilihat mata.

“Kita memang perlu mengkaji kalau masih tidak seragam begini. Karena masyarakat kita masih ada yang belum percaya sepenuhnya dengan MUI,” ujarnya.

Ketidak percayaan masyarakat itu membuat terjadi penumpukan jamaah di masjid. Sehingga tidak efektif mengenai Imbauan pemerintah melakukan pembatasan jarak seperti social distancing dan physical distancing.

Yang jelas lanjut Fauzan, dasar penetapan untuk seluruh fatwa ulama’ adalah pasti merujuk pada kaidah-kaidah fiqh (aturan ibadah, red) yang disepakati oleh seluruh ulama’ pada empat mazhab fiqh umat Islam.

“Saya berharap masyarakat mempercayakan kepada pemerintah. Toh MUI itu juga adalah unsur pemerintah,” ketusnya.

Terlebih, data dari Dinas Kesehatan Lombok Barat, terdapat 5 orang status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan terkonsentrasi di Kecamatan Lingsar 3 orang dan Kecamatan Labuapi 2 orang.

Selain itu, terdapat 515 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di mana 311 orang di antaranya telah selesai dalam pemanatauan, dan 1.436 orang yang telah melakukan perjalanan atau diketahui kontak dengan ODP, namun tidak memiliki gejala terjangkit virus Corona.

Dengan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melakukan berbagai upaya untuk terus mensosialisasikan pentingnya pembatasan social dalam bentuk physical distancing dan membatasi aktivitas social.

Sesuai dengan kebijakan semua kecamatan, mereka memberlakukan jam malam yang berlaku rata-rata sejak pukul 22.00 sampai pukul 06.00 wita, sehingga seluruh aktivitas ekonomi masyarakat ditutup.

Bahkan, untuk lebih mengena ke masyarakat sebagai sasaran, Fauzan Khalid pun tidak segan-segan menghimbau langsung melalui masjid-masjid yang dilakukannya menjelang pemberlakuan jam malam tersebut.

“Ini insya Allah setiap hari akan kita lakukan,” terang Fauzan. (TN-red)

Related Articles

Back to top button