Satgas Covid-19 Lombok Utara Langsung Klarifikasi kasus PDP yang Meninggal Dunia

Foto: Ilustrasi

Lombok Utara, Talikanews.com – Satgas Percepatan Penanganan Virus Corona, Kabupaten Lombok Utara sampaikan kronologis satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di RSUD Kota Mataram, inisial IWP (77) asal Lombok Utara itu.

Tim Satgas Covid-19 Lombok Utara, dr.H. Syamsul Hidayat meluruskan informasi pasien yang meninggal dunia terlebih statusnya PDP. Dimana, sebelumya pasien itu sering kontrol di RSUD Lombok Utara, dengan diagnosa PPOK dan sindroma obstruksi paska tuberkulosis.

Pasien tersebut dipulangkan pihak Rumah Sakit dengan terapi oksigen jangka panjang, dan pasien tersebut tidak pernah kontak dengan pasien PDP, ODP maupun riwayat berpergian ke daerah terjangkit Covid 19.

“Status PDP yang di berikan oleh Rumah Sakit Kota Mataram mungkin hanya sebagai kewaspadaan saja untuk kita tetap waspada,” ungkap Direktur RSUD Kabupaten Lombok Utara, Selasa (07/04).

Dia menjelaskan, selama almarhum IWP melakukan chek up atau kontrol di RSUD KLU dan dari diagnosa yang di derita pasien tersebut bisa dikatakan jauh dari status PDP karena pasien tersebut riwayatnya tidak pernah ke daerah terjangkit Covid-19 dan tidak pernah kontak dengan pasien PDP, ODP dan lainnya.

“Klarifikasi ini untuk memberikan pemahaman buat kita semua agar tidak merasa resah atas informasi yang beredar. Namun pasti kita tetap waspada dengan wabah yang di alami oleh negara kita,” kata dia.

Yang jelas lanjutnya, sesuai penjelasan Direktur RSUD Kota Mataram bahwa, perawatan pasien seperti PDP itu semata-mata untuk kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

“Untuk hasil swab apakah positif atau negatif, kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium PCR di RSUD Provinsi NTB. Peningkatan status PDP itu hanya untuk kewaspadaan karena Protapnya seperti itu,” cetusnya.

dr Dayat itu menambahkan, kalau pun pasien itu meninggal dunia di RSUD Kota Mataram bukan berarti masuk data PDP di Kota Mataram, melainkan tetap masuk data PDP di Kabupaten Lombok Utara. “Soal kewenangan menyampaikan apakah pasien itu positif atau negatif merupakan kewenangan tim PCR RSUD Provinsi NTB,” tutupnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button