Virus Corona bikin 17 Hotel di Lombok Barat Tutup, Sebanyak 1.316 Karyawan di Rumahkan

Lombok Barat, Talikanews.com – Akibat Virus Corona, sebanyak 17 Hotel di Wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, terpaksa tutup operasionalnya. Hal itu juga berdampak terhadap 1.316 karyawan hotel terpaksa di Rumahkan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Saepul Ahkam membenarkan bahwa beberapa Hotel di Wilayah Lombok Barat sudah tutup operasional, setelah melakukan pengecekan kondisi terkini di Kawasan Senggigi Lombok Barat, Sabtu (04/04).

“Menurut data dalam himpun cepat, ada 17 hotel yang mengirimkan data, mereka terpaksa merumahkan para karyawannya karena sepinya okupansi akibat virus Corona,” ungkapnya.

Ahkam bahkan menyebutkan setidaknya ada 7 hotel yang mengambil kebijakan menutup usahanya untuk sementara waktu.

Menurut Ahkam, kebijakan manajemen Hotel terpaksa merumahkan karyawan agar mereka bisa bertahan di masa yang sulit ini.

“Tidak hanya hotel, tapi termasuk usaha hiburan, restoran, dan jasa usaha wisata lainnya, bisa jadi juga mengambil kebijakan yang sama,”kata dia.

Kendati demikian, Ahkam akan terus berusaha menghimpun data tersebut sebagai basis data bagi pemerintah untuk mengkaji penanganan dampak sosial ekonomi dari wabah virus Corona itu.

“Kita akan komunikasikan ke Pemerintah Pusat melalui Provinsi agar para pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa mendapat stimulus program yang mampu membantu mereka dari kesulitan bekerja,” papar Ahkam.

Pasca maklumat dari Pemerintah, Kawasan Senggigi yang menjadi primadona wisata di Lombok Barat seperti mati akibat edaran untuk mengantisipasi wabah virus Corona.

“Semua usaha hiburan tidak ada yang buka, restoran pun banyak yang tutup, hanya beberapa restoran kecil dan pedagang kaki lima yang masih buka tapi tidak melayani makan di tempat,” terang Ahkam.

Bagaimana bsoal stimulus kemudahan atas kewajiban pajak dan retribusi bagi usaha pariwisata? Pria yang juga pelaksana tugas Kepala Bagian Humas dan Protokol itu belum bisa memastikan apakah akan ada stimulus keringangan bagi mereka yang menjadi wajib pajak dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

“Pariwisata ini salah satu penyumbang PAD (pendapatan asli daerah, red) bagi Lombok Barat. Keputusan Pemerintah Pusat, hanya KEK Mandalika yang mendapat kemudahan soal pajak, Senggigi tidak,” tegas Ahkam.

Ahkam tidak menampik bahwa kemungkinan akan ada kebijakan dari Pemda Lobar terhadap kemudahan wajib pajak pelaku pariwisata seperti halnya saat bencana gempa dahulu.

“Saya tidak tahu pasti, tapi yang paling mungkin itu keringanan soal waktu, denda, atau bahkan pengurangan pada item pajak retribusi tertentu,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button