Ratusan Massa Sambut Eva Yolanda, Bagaimana “Social Distancing” di Lotim?

Lombok Timur, Talikanews.com – Artis Liga Dangdut Indosiar (LIDA) Eva Yolanda yang mewakili Nusa Tenggara Barat, akhirnya pulang kampung ke Desa Lando, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur. Eva pulang ke kampung halamannya setelah tersenggol di Top 12 Group 3 oleh Aco asal Sulawesi Selatan.

Kedatangan Eva itu mendapat sambutan ratusan masyarakat setempat tanpa memperhatikan keberadaan virus corona. Masih kah “social distancing” itu berlaku di Pemda Lotim?.

Hebatnya lagi, beredar Video kerumunan massa yang menyambut kedatangan Eva di media sosial. Hal itu jutsru menjadi pertanyaan netizen. Bahkan, menuding Pemkab Lotim tidak adil dan berat sebelah dalam menerapkan aturan social distancing atau menjaga jarak dibalik mewabahnya pandemi Covid-19.

Terkait hal itu, Sekda Kabupaten Lombok Timur, Drs. H.M. Juaini Taofik meminta maaf kepada semua pihak terutama masyarakat.

Dia menjelaskan, kepulangan Eva Yolando hari ini sebenarnya diberlakukan sama dengan semua warga yang datang dari luar daerah, termasuk proses penjemputan dilakukan oleh Tim Satgas di Bandara, menuju Posko Utama di Pendopo untuk dilakukan chek kesehatan.

“Kabar baiknya, setelah cek kesehatan, Eva dinyatakan sehat dan diberi status Orang Tanpa Gejala (OTG) oleh tim medis” ungkap Sekda. Minggu (05/04).

Juaini tidak menampik bahwa terjadi kerumunan massa yang menyambut kepulangan Eva Yolanda di Desa Lando.
Itu terjadi karena banyak masyarakat yang belum sepenuhnya sadar terhadap ancaman Covud 19 ini.

Oleh karenanya Juaini meminta maaf dan minta dukungan semua pihak untuk ikut berpartisipasi mengedukasi masyarakat guna mencegah virus Corona di Lotim.

“Pihak keamanan sebenarnya hadir untuk mengantisipasi pembubaran massa, apa pun ikhtiar pemerintah, tanpa kesadaran semua pihak termasuk msyarakat tidak mungkin berjalan sebagaimana harapan. Sekali lagi atas nama Pemkab Lotim kami mohon maaf,” kata dia sembari mengatakan, tolong direnungkan bagaiman kalau tidak ada aparat, bisa jadi kondisinya lebih mengkhawatirkan.

Disatu sisi, Dandim 1615/Lotim Letkol Inf. Agus Prihanto Dony juga meminta maaf terhadap kecolongan ini.

“Sebagai Wakil Ketua Gugus Tuga Lotim, saya minta maaf, terus terang saya kecolongan terkait kejadian ini,” tandasnya.

Terpisah, Sekretaris Desa (Sekdes) Lando, Ari, mengaku sebelumnya telah memberikan himbauan kepada masyarakat. Namun karena petugas yang mengawal hanya sedikit, tidak mampu membendung kerumunan massa

” Sebenarnya kami dari pihak desa sejak awal sudah menghimbau masyarakat untuk tidak berkumpul, tapi karena kami kalah banyak tidak bisa membendung itu, tapi tadi itu tidak lama kok, cuma tiga sampai lima menitan” tutupnya. (TN-08)

Related Articles

Back to top button