Siap-siap, Sebanyak 2.955 TKI asal NTB Habis Massa Kontrak Triwulan I Tahun 2020 Dipulangkan

Mataram, Talikanews.com – Data unit pelaksana teknis badan pelindungan pekerja migran indonesia wilayah NTB, menyebutkan sebanyak 2.955 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat yang habis massa kontrak triwulan I tahun 2020 akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Itu semua sebagai upaya peningkatan Pelindungan kepada Pekerja Migran
Indonesia (PMI) Arya TKI dalam pencegahan penyebaran COVID-19, mereka dinyatakan habis masa kontrak yang tercatat di SISKOTKLN BP2MI pada Triwulan I tahun 2020 yakni 1 Januari 2020 – 31 Maret 2020.

Data kepulangan PMI asal Prov NTB yang habis kontrak berdasarkan SISKOTKLN BP2MI pada triwulan I tahun 2020 sejumlah 2955 PMI. Berdasarkan Negara Penempatan, mulai dari Malaysia sebanyak 2922 orang,
Saudi Arabia 12 orang, Oman 6 orang
Brunei Darusalam 5 orang, Bahrain 3 orang,
Uni Emirat Arab 2 orang, Singapura 2 orang,
Italia 1 orang, Inggris 1 orang dan Qatar hanya 1 orang

Berdasarkan Daerah Asal yakni Kabupaten Lombok Timur 1.447 orang, Kabupaten Lombok Tengah 986 orang, Kabupaten Lombok Barat 432 orang, Kabupaten Lombok Utara 46 orang, Kota Mataram 32 orang,
Kabupaten Bima 6 orang, Kabupaten Sumbawa Besar 3 orang, Kabupaten Sumbawa Barat 2 orang dan Kabupaten Dompu hanya 1 orang

Terkait hal itu, Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, H Agus Patria membenarkan data tersebut yang diterima dari BP3TKI Mataram. Oleh sebab itu, dirinya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan mengenai cara pemeriksaan kesehatan bagi TKI yang akan pulang tersebut.

“Kalau menyangkut pemantauan kesehatan, bisa dikonfirmasi ke buk Kadikes,” ungkapnya Sabtu (04/04) di Mataram.

Disatu sisi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhadini Eka Dewi menegaskan, mengenai penanganan kepulangan para TKI atau PMI, sudah disepakati untuk dilaksanakan di Kabupaten/Kota masing-masing. Hal itu menyangkut karantina maupun chek kesehatan.

“Ya, kita sudah latih petugas yang akan rapid test kesehatan para TKI/PMI itu. Tinggal hasil rapid test ke Provinsi NTB untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya (TNI-red)

Related Articles

Back to top button