Tak Ingin Covid-19 Menyebar di Loteng, Bupati Cari Contact Tracing Pasien Positif Virus Corona

Lombok Tengah,Talikanews.com – Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT tidak ingin virus corona itu semakin menyebar di wilayah binaannya, pasca di tetapkan inisial H (33) positif Covid-19 oleh Tim Gugus pusat berdasarkan hasil tes swab laboratorium Litbangkes Kemenkes RI.

Oleh sebab itu, sapaan Uhel itu langsung jajarannya untuk mencari tahu dengan siapa saja pasien H melakukan contact tracing.

“Alhamdulillah, dari tadi malam (Kamis,red) dan tadi pagi, memang secara silent atau tertutup kita sudah mulai melacak contact tracing disekitar keluarga dan masyarakat terdekat pasien H. Begitu ada indikasi mengarah positif, kita sudah mulai melakukan langkah-langkah contac tracing itu,” ungkapnya Jumat (03/04) di Praya.

Bupati berharap, semua unsur dan elemen masyarakat tanpa terkecuali ikut berpartisipasi melakukan berbagai macam ikhtiar antisipasi merambahnya virus ini di Loteng.

“Khusus untuk keluarga pasien yang sudah dinyatakan terpapar virus Corona, kami sudah mulai melakukan pemeriksaan dan mengkarantina masyarakat sekitar lokasi rumah pasien,” kata dia.

Suhaili menghimbau kepada masyarakat supaya tidak panik, namun tetap waspada, jaga kesehatan, jaga jarak, jangan keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Karena, virus corona ini tidak bisa dilihat kasap mata.

Bupati Loteng dua periode ini kembali menceritakan kronologis pasien positif Covid-19 asal Bagu Kecamatan Pringgarata ini. Dimana, H (33) yang bejenis kelamin laki-laki itu saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB sejak 28 Maret 2020 dengan keluhan demam.

Pasien ini memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit dalam 14 hari terakhir. Pasien ini merupakan rujukan dari RSAM tanggal 28 Maret 2020 (23.00 wita).

Untuk diketahui, Pasien H bekerja di kapal pesiar selama 3 tahun dan berangkat pulang dari Amerika ke Lombok tanggal 16 Maret 2020 dan langsung pulang ke rumah.

Tanggal 17 Maret 2020 Pasien mengeluh demam sehabis terkena hujan, Pasien langsung berobat ke Klinik swasta di Lingsar selama 3 hari tetapi tidak ada perubahan. Kemudian pasien pergi berobat ke RSAM.

Pada Tanggal 20 Maret Pasien rawat jalan selama 3 hari tetapi keluhan makin memberat. Tanggal 23 Maret 2020 Pasien kembali lagi ke IGD RSAM dan rawat inap
sampai tanggal 28 Maret 2020 dan dilakukan cek laboratorium DL dan foto thorak.

Kemudian dirujuk ke RSUD Provinsi NTB pukul 23.00 wita. Sehingga, pada tanggal 3 April 2020 konfirmasi positif dari Litbangkes
Pusat. “Saat ini Pasien di rawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi dengan keadaan stabil,” tuturnya.

Untuk menghindari penularan lebih lanjut, dirinya sudah turunkan petugas kesehatan dan jajaran perangkat daerah untuk melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang bersangkutan.

“Kami berharap kepada semua lapisan masyarakat untuk tetap tenang, menghindari keramaian, menjaga kesehatan dengan melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat, dan mengurangi aktifitas di luar rumah,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button