Hanura Apresiasi upaya Pemda Loteng Antisipasi Covid-19 Tapi, Jangan Tutup Pasar

Lombok Tengah, Talikanews.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam antisipasi pencegahan virus corona, mendapat apresiasi Ketua DPC Partai Hanura Lombok Tengah, M Fihiruddin.

Upaya itu patut didukung atas sikap preventif yang dilakukan Pemda Lombok Tengah. Karena, ketegasan Bupati Lombok Tengah HM Suhaili FT yang memerintahkan seluruh jajaran ASN dan elemen masyarakat bersatu-padu berikhtiar menjaga agar penyebaran Covid-19 merupakan langkah tepat.

Hanya saja, Fihir menekankan, segala kebijakan yang diambil hendaknya juga mempertimbangkan dampak sosial ekonomi yang akan terjadi dan dirasakan masyarakat setempat.

“Kebijakan Bupati Lombok Tengah kami rasa sudah sangat tepat, karena memang dalam kondisi pandemi ini semua pihak harus punya peran yang partisipatif. Tapi, ada wacana penutupan pasar tradisional ini jangan sampai terjadi,” ungkap Fihiruddin, Kamis (2/4) di Lombok Tengah.

Menurut Fihir, Hanura akan menolak kebijakan Pemda Lombok Tengah jika memutuskan untuk menutup pasar rakyat. Sebab, pasar tradisional itu adalah sumber perekonomian masyarakat.

“Jadi hendaknya dicarikan formula-formula yang tepat sehingga pelaku ekonomi terutama pengusaha kecil menengah tetap beraktivitas seperti biasa meskipun di tengah kewaspadaan tingkat tinggi akan wabah Covid-19 ini,” katanya.

Ia mencontohkan, bisa saja upaya dilakukan dengan penerapan physical distancing di tengah pasar tradisional.

Selain itu Pemda juga diharapkan membuat posko-posko siaga di pasar-pasar rakyat serta menyiapkan tempat cuci tangan di pojok-pojok pasar rakyat.

“Jadi nggak perlu ditutup. Yang penting kegiatan ekonomi di pasar dipantau dengan baik dengan Posko-Posko yang ada. Sehingga tidak muncul kepanikan akibat ekonomi rakyat yang tidak berputar,” katanya.

Seperti ketahui dalam rapat koordinasi Pemda Lombok Tengah, Bupati Suhaili dengan tegas menyampaikan pentingnya upaya partisipatif dan masif yang melibatkan seluruh pihak dan seluruh elemen masyarakat Lombok Tengah, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Suhaili menyampaikan Lombok Tengah patut bersyukur karena hingga Kamis (2/4) belum ditemukan kasus positif Covid-19.

Namun kondisi zona biru itu harus terus dijaga dengan berbagai ikhtiar bersama. Dengan tindakan dan upaya-upaya yang nyata.

“Justru dengan kondisi ini ikhtiar kita harus lebih maksimal. Gerakan partisipatif dan masif harus kita lakukan, semua elemen masyarakat harus terlibat dan punya pemahaman yang sama,” pungkasnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button