Data ODP di NTB Bertambah, Lima PDP Meninggal Dunia

Mataram, Talikanews.com – Sejak tanggal 01 April 2020, para santri – santriwati yang melakukan pendidikan di luar daerah dan tenaga kerja indonesia (TKI) terus berdatangan pulang kampung. Hal itu membuat data Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Nusa Tenggara Barat (NTB) bertambah.

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di NTB, per tanggal 02 April sebanyak 1.337 orang yang sebelumnya sebanyak 1.025 orang.

“Penambahan itu membuat kita harus lebih waspada, tidak perlu panik. Diperlukan peran setiap orang agar penyebaran virus corona cepat berakhir,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi NTB, I Gede Putu Ariyadi, Kamis (02/04).

Ariyadi menjelaskan, dari angka itu, sebanyak 446 orang selesai dalam pemantauan, sedangkan 1.357 orang masih dalam pemantauan. “Sebanyak 27 orang selesai dalam pengawasan, dan 39 orang masih dalam pengawasan. Sebanyak 6 orang positif virus corona, satu diantaranya telah meninggal dunia, Lima orang masih dalam perawatan, namun kondisinya semakin membaik,” kata dia.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di NTB itu menjelaskan, adapun penambahan ODP masing-masing daerah mulai dari Lombok Utara, 1 PDP, sebanyak 108 ODP. Kabupaten Lombok Timur, 2 positif Covid-19, sebanyak 5 PDP dan 695 ODP.

Kota Mataram, 2 positif Covid-19, sebanyak 13 PDP dan 110 ODP, Lombok Barat, 2 PDP dan 71 ODP. Kemudian Lombok Tengah, 2 PDP, sebanyak 16 ODP. Selanjutnya Kabupaten Sumbawa, 1 orang positif, 4 PDP dan 51 ODP. Sumbawa Barat, 1 PDP, sebanyak 27 ODP. Kabupaten Dompu, 6 PDP, sebanyak 57 ODP, Kabupaten Bima, 2 PDP sebanyak 174 ODP, sedangkan Kota Bima hanya ODP sebanyak 46 orang.

“Untuk luar provinsi, 1 positif virus corona, 2 PDP,” tuturnya.

Ariyadi menambahkan, dari data PDP itu, sebanyak 5 orang meninggal dunia. Untuk Kota Mataram pasien PDP meninggal yakni inisial EN (77) meninggal 8 Maret 2020 asal Rembiga, hasil laboratorium negatif Covid-19 dan 2 lainnya merupakan warga Karang Medain Mataram, itupun dinyatakan negatif dan satu lagi asal Dasan Agung yang terkonfirmasi positif.

Ariyadi memaparkan yang dimaksud dengan ODP adalah orang yang sempat bepergian ke negara atau daerah lain yang merupakan pusat penyebaran virus corona. Sehingga, bisa dikatakan, kedatangan baik TKI maupun yang datang dari luar daerah mendominasi bertambahnya ODP itu.

“Selain itu, seseorang yang pernah berkontak langsung dengan orang atau pasien positif corona juga dapat dikatakan sebagai ODP,” tegasnya.

Sedangkan istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah orang yang masuk dalam kategori sudah dirawat oleh tenaga kesehatan (menjadi pasien).
Seseorang dikatakan PDP juga apabila terlihat menunjukkan gejala sakit, seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat supaya tidak panik, namun tetap waspada, jaga kesehatan, jangan keluar rumah, tetap patuhi imbauan pemerintah.

“Tetap pantau perkembangan penyakit ini
secara akurat melalui sumber yang resmi
& hub call center penanganan covid-19,” pintanya.

Untuk informasi lebih lanjut Call Center Covid-19 NTB:

– 0818-0578-7239
– 0812-4686-317
– 0812-3785-657
– 0812-3613-9917

Jangan Panik setiap , #penyakit ada obatnya, #NTB Tangguh (TN-red)

Related Articles

Back to top button