Tak Mau Kecolongan Covid-19, Bupati Lotim Perketat Kedatangan Tenaga Migran

Lombok Timur, Talikanews.com – Bupati Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, H M Sukiman Azmy tak mau kecolongan terhadap kepulangan Tenaga Migran yang akan pulang kampung.

Oleh sebab itu, dirinya akan perketat semua pintu kedatangan, kemudian bentuk koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti TNI – Polri, Dinas Kesehatan dan lainnya untuk melakukan chek kesehatan demi mencegah mewabahnya virus Covid-19 itu.

Dirinya juga akan melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas yang di masing-masing Desa untuk mendata warga baru kemudian dilaporkan, dan laporan itu sebagai bahan menindaklanjutinya.

“Mengenai kepulangan TKI, jelas kita perketat dengan pemeriksaan, jika ditemukan hal-hal prinsip pasti kami karantina dan isolasi. Kita siapkan penjemputan keluarga di Bandara gunakan angkutan khusus Pemda dan Polres Lotim, terhadap keluarga hanya menunggu di Polres Lotim untuk menanda tangani pernyataan karantina bagi warga yang terindikasi covid-19. Kalau tidak ada yang mencurigakan maka isolasi sendiri di rumah masing-masing,” ungkapnya Rabu (01/04) di Pendoponya.

Dia menegaskan, isolasi terhadap Tenaga Migran Indonesia (TMI) asal Lombok Timur yang pulang dan memiliki tanda mencurigakan, sudah disiapkan tempat isolasi khusus oleh pemerintah daerah di Rusunawa Labuhan Lombok. Terhadap yang tidak memiliki tanda-tanda sakit, dipersilahkan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing namun tetap dalam pemantauan.

Bahkan lanjutnya, yang isolasi mandiri akan diberikan perhatian sebesar Rp 200 ribu untuk penuhi kebutuhan mereka bsehari-hari. Hanya saja, pola pencairan melalui BUMDES masing-masing dan akan difasilitasi pembuatan rekening pihak Pemdes dengan harapan sesuai prosedur.

Mantan Komandan Kodim 1605/ Selong tahun 2004 itu juga sedang usahakan Alat Pelindung Diri (APD) bagi perawat atau tenaga medis di masing-masing Puskesmas. Rencananya, setiap Puskesmas, akan diberikan 10 paket APD. Hal itu semata-mata demi pencegahan penyebaran virus corona itu.

Kepala Biro Umum Setjen Kementerian Agama tahun 2005 ini juga telah menginstruksikan kepada semua kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Lombok Timur untuk menutup sementara semua kegiatan yang mengumpulkan orang di Masjid, kecuali shalat Jenazah, itupun tidak diberikan waktu lama dan menindak tegas oknum yang menolak.

“Saya sudah minta Kapolres, Pak Dandim, masjid-masjid yang ada di Lotim, supaya ditutup sementara. Saya juga minta para Camat, bersama Kapolsek, Danramil untuk mengawal dengan tegas,” ujarnya.

Disatu sisi, Sekda Lombok Timur, Drs. H.M. Juaini Taofik mendukung langkah Bupati untuk memerangi Covid-19 ini. Malah dirinya sudah menghitung besaran insentif bulanan bagi tenaga medis yang menangani Covid-19 di Kabupaten Lombok Timur.

“Besaran insentif bulanan untuk para medis yang khusus menangani Covid-19 di atur berdasarkan SE (Surat Edaran) dari Kementerian Keuangan,” katanya

Dia merincikan, untuk dokter spesialis, sesuai SE Menkeu sebesar Rp 15 juta, dokter umum sebesar Rp 10 juta, kemudian instensif bidan dan perawat, Rp 7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

Sekda mengatakan, insentif tenaga medis akan menjadi prioritas utama, hanya saja nominal yang tertuang dalam SE Kemenkeu itu adalah besaran maksimal disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada di daerah.

“Ini kita prioritaskan karena, para medis ini telah berjuang membantu penanganan kesehatan masyarakat. Bahkan, bisa dibilang pertaruhkan nyawa,” tutupnya. (TN-red)

Related Articles

Back to top button