Daerah

Putus Rantai Covid-19, Bupati Loteng akan berlakukan Local Lockdown Tingkat Desa

Lombok Tengah, Talikanews.com – Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT menggelar rapat bersama semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kapolres dan Dandim 1620/Loteng untuk membahas rencana akan berlakukan Local Lockdown mulai tingkat desa, demi memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 di daerah Tatas Tuhu Trasna itu.

Rapat itu bentuk langkah tegas Pemerintah Daerah menyikapi dan atasi kepanikan serta meningkatkan kewaspadaan memutus mata rantai penularan covid-19.

Bupati Loteng, H.Moh Suhaili FT mengatakan penularan covid-19 dari manusia kemanusia sangat cepat, untuk itu perlu di ambil langkah tegas untuk mencegah penularannya. Oleh sebab itu, pemerintah bersama masyarakat harus bersinergi memerangi virus tersebut.

“Memerangi virus covid-19 ini tidak bisa oleh pemerintah saja. Perlu dukungan penuh dari masyarakar juga salah satunya dengan mematuhi peraturan yang di keluarkan pemerintah,” ungkapnya Selasa (31/03) saat rapat di Pendopo Bupati.

Menurut Suhaili, untuk memerangi virus-19 ini, perlu ada tidakan tegas serta berlakukan local lockdown tingkat desa dengan harapan, pemerintah desa (Pemdes) bisa memantau kondisi wilayahnya masing-masing.

“Sudah saatnya kita berani ambil langkah tegas guna pencegahan penularan covid-19 ini salah satunya dengan local lockdwon mulai tingkat desa,” kata dia.

Sapaan Uhel itu juga meminta kepada semua Kepala Dinas dan Camat masing masing wilayah untuk selalu memantau kondisi wilayahnya dan selalu menghimbau masyarakat melalui pengeras suara.

“Jangan ada pemikiran wilayah Loteng masih jauh dari wabah virus ini. Lebih baik mencegah dari pada mengobati, untuk itu, tanpa terkecuali semua harus bergerak melakukan tindakan preventif,” tegasnya dalam rapat bersama Kepala OPD, Forkominda dan Muspika.

Suhaili menambahkan, arti local lockdown itu yaitu karantina wilayah masing-masing dengan cara membatasi akses keluar masuk ke dan dari wilayah bertujuan untuk cegah penularan covid 19 atau virus corona, bukan menutup total akses keluar masuk melainkan lebih diperketat. (TN-03)

Tags

Related Articles

Back to top button
Close