Ekonomi

Disdag NTB Sidak Bapok, Polda Ancam Tindak Tegas Penimbun Gula

Mataram, Talikanews.com – Dinas Perdagangan Provinsi NTB bersama Polda inspeksi mendadak, bersama tim dari Polda terhadap ketersediaan Bahan Pokok (Bapok) di beberapa titik mulai dari Mataram hingga Lombok Tengah

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H Fathurrahman menyampaikan, sidak ini untuk memastikan ketersedian Bapok ditingkat retail modern dan toko modern yang distok masing-masing distributor. Sidak ini dimulai dari Bulog NTB, dan hasilnya di bulog mendapatkan informasi bahwa untuk ketersediaan beras tidak ada persoalan karena masih tersedia sebanyak 41 ton yang disiapkan, kemudian akan ada lagi 29 ribu ton disiapkan Bulog pusat untuk didistribusikan ke NTB.

“Banyak kita dapatkan data komoditas yang siap untuk kebutuhan masyarakat. Begitu halnya saat Sidak di tempat perbelanjaan Ruby, cairan disinfektan juga tersedia. Hanya saja, yang masih jadi kendala yakni gula sedikit langka dan harganya mahal,” ungkapnya, Senin (30/03) di Mataram.

Fathurrahman mengatakan, saat ini sedang mencari tahu fakta terhadap kelangkaan gula pasir itu. Padahal, Pabrik gula ada di NTB yakni milik PT SMS, yang jadi persoalan, belum mendapatkan informasi pasti berapa jumlah produksi dan apa kendala.

Namun, mengenai harga jual dari pihak perusahaan, tidak pernah menjual di atas HET. “Yang masih kita dalami mengenai apakah ada oknum distributor menjual gula itu keluar. Kami sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk ambil langkah,” kata dia.

Mantan Kepala BKD NTB ini menambahkan mengenai kelangkaan Masker. Kendati demikian, masker itu memang sudah ada dibeberapa institusi namun untuk kebutuhan pencegahan Covid-19.

“Sangat di imbau kepada para IKM dan UKM untuk memproduksi masker dan tidak ada larangan yang penting bisa melindungi. Karena, kita tidak membuat masker yang sifatnya medis. Perlu diketahui, Pemerintah NTB akan buat industri 100 ribu masker kain modelnya masker Fashion untuk masyarakat,” ujarnya.

Menyangkut stok makanan di NTB, menurut dia masih bertahan belasan bulan kedepan.

Disatu sisi, Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol, I Gusti Putu Gede Ekawana Putra menyebut ada kendala dari pabrik sehingga gula langka.

“Kita sedang cek fakta lapangan, infonya pabrik PT SMS tidak menjual diatas HET karena ditakutkan suplayer yang ke luar daerah. Kita belum tahu kendala utama, masih butuh data,kita sedang kroscek,” cetusnya.

Yang jelas lanjutnya, kendala saat ini di PT SMS bahwa Pabriknya tidak berproduksi sejak situasi dan kondisi virus corona sehingga ada pertimbangan penambahan bahan dari luar untuk menjadi gula.

“Info terakhir, sudah mulai berproduksi. Bagaimana pendistribusian ke mataram, Kadis Perdagangan lebih tau,” tuturnya.

Eka menambahkan, pengecekan stok gula terakhir itu sebanyak 20 ton. Namun perlu dikroscek apakah ada penambahan lagi atau tidak, terlebih dari pemerintah pusat melalui Bulog akan ada impor gula sebanyak 1000 ton.

Intinya, sikap Polda menghadpi harga gula, jika harga naik karena permainan distributor jelas akan ditindak tegas, kalau melihat situasi saat ini masih darurat corona.

“Jika ditemukan oknum bermain apalagi menimbun, kita akan perberat hukumannya,” tegas mantan Kapolres Bima itu.

Mengenai ada beberapa pertokoan yang tutup? Bagi Ekawana, mestinya harus buka, khususnya supermarket, pasar modern, hypermat, alfamart ,indomart.

“Kalau epicentrum memang tutup, tapi hypermatnya buka ,kalau tutup bagaimana nanti masyarakat cari kebutuhan,” pungkasnya (TN-red).

Tags

Related Articles

Back to top button
Close