Dampak Virus Corona, Puluhan Property termasuk Hotel di Lombok Tutup sementara

Mataram, Talikanews.com – Virus Corona atau Covid-19 sangat berdampak terhadap operasional hotel dan property di Lombok Nusa Tenggara Barat tutup sementara. Data yang dihimpun, sampai saat ini, sekitar 53 property termasuk hotel memutuskan tidak beroperasi sementara waktu.

Adapun nama property dan hotel yang tutup sementara waktu seperti,

1. Hotel Lumi
2. Pondok Santi
3. Little Coco Villa
4. Hotel Ombak Sunset (G.trawangan)
5. Hotel Ombak Paradise (G. air)
6. La Bella
7. Damai Village
8. Cinta Cottagr
9. Kaleydo Villas & The White Key
10. Marc Hotel GT
11. Le Pirate GT
12. Evolution bar
13. The Beach House
14. Gili Pearl Villa
15. Gili Air Lagoon
16. Natya Gili Trawangan
17. WAH Resort
18. The Trawangan Resort
19. Mola2 Resort Gili Air
20. MAHAMAYA Gili Meno
21. Mad Monkey Gili T
22. Sama-sama reggae bar & bungalows
23. Raja Bar & Restaurant, Gili Air
24. Salim Beach Resort, Gili Air
25. Villa Coral Flora Gili T
26. Sunset palms resort
27. Paradesa Villa gili trawangan
28. Villa Karang Gili Air
29. Samata Village
30. Gili Khayangan villa
31. Coffee and thyme
32. Xqisit Spa & Hotel
33. Villa Pulau Cinta – Gili Meno
34. Karma Reef – Gili Meno
35. Les Villas Ottalia Gili Meno & Surya Restaurant Gili Meno
36. The Koho Gili Air
37. Anema Wellness
38. Divine Divers Resort Meno
39. Black Penny
40. Gili Exotic
41. Bagaz Cottage
42. Kokomo Resort
43. Laguna Gili Beach Resort
44. Danima
45. Jali
46. Coral Beach
47. Free Dive and Gili Yoga
48. Ergonpandawa
49. Seri resort gili meno
50. Samba Villas
51.Gili Khumba Villas
52. Gili Breeze
53. Sadev resort

“Sudah banyak yang tutup, semakin lama penanganan virus ini akan semakin banyak property dan hotel tutup. Terlebih ada pengumuman dari Koperasi Angkutan Laut “Karya Bahari” yang mengurangi jumlah penumpang masing-masing boat mulai tanggal 28 Maret besok,” ungkap General Manager Ke Resia Villa Gili Air, Linda Widiya, Jumat (27/03).

Menurutnya, dengan adanya pengumuman itu, ditambah hotel dan property tutup, maka semakin bertambah karyawan yang di rumahkan.

“Kalau soal Boat yang di batasi agar tidak bolak-balik, sangat bagus untuk menjaga keamanan warga gili sendiri dari mewabahnya Covid-19 itu,” kata dia.

Linda mengaku, penutupan sementara itu tidak ditentukan batas waktunya sampai kapan. Dirinya berharap keadaan ini cepat pulih seperti sebelumnya.

Meski demikian, Villa yang dikelolanya belum di tutup atau masih beroperasi lantaran masih ada tamu yang menginap. ” Alhamdulilah sementara belum nutup, masih dijaga 1 orang staff dan saya sendiri karena kebetulan masih ada tamu yang menginap,” cetusnya.

Disatu sisi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Moh Faozal membenarkan sejumlah hotel di NTB memutuskan menutup operasional sementara waktu, untuk mendukung penanganan Covid-19 di Provinsi NTB.

“Untuk antisipasi terkontaminasinya okupansi hotel oleh Covid-19 maka beberapa hotel memutuskan untuk melakukan penutupan sementara sampai waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan menutup sementara diambil manajemen sejumlah hotel berdasarkan hasil diskusi antara Dinas Pariwisata NTB dengan Bappenda Kabupaten/Kota, serta pelaku usaha pariwisata.

Diskusi tentang “Penanganan Penyebaran Covid-19 dan Dampak Bagi Industri Pariwisata di NTB” tanggal 23 Maret 2020  di ruang rapat Dinas Pariwisata Provinsi NTB menyimpulkan beberapa hal, antara lain,  pemberian insentif pajak bagi hotel/restoran tidak hanya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, tetapi juga bagi hotel/restoran  se-Nusa Tenggara Barat.

Mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk memberikan fleksibelitas pembayaran PB1 tanpa denda selama satu tahun sebelum diterbitkannya juknis/juklak tentang pembebasan pajak hotel/restoran se-Nusa Tenggara Barat.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyusun regulasi tentang revisi anggaran dalam rangka pencegahan, penangan dan penyebaran Covid-19.

Penghapusan pajak penghasilan (PPh) pasal 21 selama satu tahun.

Fleksibelitas pembayaran BPJS ketenagakerjaan selama 6 bulan mulai bulan April sampai September 2020 dan memberikan klaim yang diajukan oleh setiap karyawan.

“Diharapkan pemerintah pusat menginstrusikan kepada kementerian dan lembaga untuk melaksanakan event-event nasional di Provinsi NTB paska Covid-19. Namun untuk dua poin terakhir menunggu terlebih dahulu kebijakan dari pemerintah pusat yang merupakan usulan dan harapan Industri Pariwisata NTB,” katanya.

Sebelumnya pertemuan juga digelar antara Dinas Pariwisata NTB dengan OJK NTB, melibatkan pelaku usaha pariwisata.

Diskusi tentang “Penanganan Penyebaran Covid-19 dan Dampak Bagi Industri Pariwisata di NTB” itu merumuskan beberapa hal antara lain dengan terbitnya Peraturan OJK, maka pemberian stimulus untuk industri perbankan sudah berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2021.

“Perbankan diharapkan dapat proaktif dalam mengidentifikasi debitur-debiturnya yang terkena dampak penyebaran Covid-19 termasuk pelaku wisata,” kata Faozal.

Pemberian stimulus juga ditujukan kepada debitur pada sektor-sektor yang terdampak penyebaran virus COVID-19, termasuk dalam hal ini debitur UMKM dan diterapkan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang disertai adanya mekanisme pemantauan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam penerapan ketentuan (moral hazard).

“Relaksasi pengaturan ini berlaku untuk debitur Non-UMKM dan UMKM, dan akan diberlakukan sampai dengan satu tahun setelah ditetapkan,” ujarnya.

Faozal mengakui pandemi Covid-19 membuat sektor pariwisata nasional dan NTB terdampak. Namun ia berharap kondisi ini dapat segera teratasi dengan baik.

Ia juga mengimbau kepada semua lapisan masyarakat agar tetap tenang, hindari keramaian, menjaga kesehatan dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

Berikut Daftar Hotel di NTB yang Tutup Sementara :

1. The Oberoi Hotel (Kabupaten Lombok Utara)
2. Ombak Sunset (Gili Trawangan)
3. Jambuluwuk Ocean (Gili Trawangan)
4. The Kayana Resort (Kabupaten Lombok Utara)
5. Living Asia Resort (Kabupaten Lombok Utara)
6. Puri Mas Resort (Kabupaten Lombok Barat)
7. Raja Villa Resort (Kabupaten Lombok Barat)
8. Lombok Astoria Hotel (Kota Mataram)
9. Grand Madani Hotel (Kota Mataram)
10. The Chandi Boutique Resort & Spa (Kabupaten Lombok Barat)
11. Sudamala Resort (Kabupaten Lombok Barat)
12. Pondok Santi Estate (Gili Trawangan)
13. Anema Wellness Resort (Kabupaten Lombok Utara)
14. Ombak Paradise (Gili Air)
15. Mahamaya (Gili Meno)
16. Divine Divers Resort (Gili Meno)

Dinas Pariwisata NTB juga menyiapkab Layanan Hotcall Command Center di Nomor Telepon : 0853-3850-7350. (TN-red)

Related Articles

Back to top button