Gugus Tugas Covid-19 NTB: Seorang Pasien status PDP Meninggal, Masyarakat Jangan Panik

Mataram, Talikanews.com – Beredar video pemakaman salah seorang warga Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dalan video itu, proses pemakaman seakan diperlakukan layaknya korban positif Covid-19.

Terkait hal itu, Gugus Tugas Provinsi NTB, menghimbau agar semua masyarakat tenang, tidak termakan isu bahwa yang meninggal itu karena positif virus corona dan percayakan kepada tenaga medis.

“Saat ini, belum bisa dipastikan apakah bersangkutan meninggal karena positif virus atau tidak, masih menunggu hasil tes Swab di Jakarta,” ungkap Komandan Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah, Jumat (27/03).

Wakil Gubernur NTB itu juga menyampaikan, sesuai hasil laporan dari Gugus Tugas Kota Mataram, bahwa hasil swab nya belum keluar, jadi belum tahu apakah yang bersangkutan positif atau negatif.

“Pemakaman itu dilakukan penanganan sesuai standart lebih pada kewaspadaan untuk melindungi masyarakat lebih banyak, ini penting dari pada kita berspekulasi bahwa yang bersangkutan negatif,” kata dia.

Rohmi menjelaskan, tes swab merupakan tes yang dilakukan dengan pengambilan jaringan sel pada hidung atau tenggorokan. Dari hasil tes swab inilah keberadaan virus corona dalam tubuh dapat diketahui.

“Diagnosis corona didapat melalui swab atau sampel dahak yang dikirim ke laboratorium,”¬†cetusnya.

Yang jelas lanjutnya, almarhum adalah pasien status PDP yang di isolasi di RSUD Kota. Namun, sore tadi meninggal. Namun, hasil swab belum keluar, karena statusnya PDP maka SOP tetap dijalankan untuk pemakamannya.

Rohmi menceritakan, almarhum mempunyai riwayat perjalanan baru balik dari Jakarta. Dimana, almarhum pada tanggal 10 – 16 Maret ada di Jakarta dan datang ke RSUD Kota Mataram langsung dalam kondisi masih bisa jalan sendiri dengan keluhan seperti pasien Covid-19 pada umumnya.

Setelah tiga hari almarhum masuk RSUD sekitar tanggal 24 siang, Swab nya dikirim tanggal 26 dan meninggal tanggal 27 siang, dalam usia 55 tahun yang beralamat di Jalan Gunung Pengsong Gapuk Dasan Agung

“Kalau hasil swab nya sudah keluar maka pasti akan dibuka secara luas kepada masyarakat. Saat ini yang paling penting adalah agar masyarakat memperhatikan himbauan yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk lebih banyak di rumah, jaga jarak dalam berhubunhan (physical distancing) dan tingkatkan pola hidup bersih. Masyarakat juga agar saling mengingatkan satu sama lain,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button