Politik

DPRD NTB Sarankan Pemerintah Upayakan Pencegahan dan Himbauan Covid-19

Mataram, Talikanews.com – Bertambahnya pasien positif virus corona atau Covid-19 di NTB, membuat wakil ketua DPRD NTB, H Mori Hanafi menyarankan supaya pemerintah terus berupaya melakukan pencegahan dan lebih penting, masyarakat harus mentaati anjuran pemerintah.

Di sisi lain, Mori berharap pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 dan perangkat yang ada untuk lebih tegas saat melakukan upaya pencegahan berkaitan dengan imbauan-imbauan tersebut.

“Selain imbauan, pemerintah juga harus tegas. Misalnya memantau betul orang-orang yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP),” ungkapnya, Kamis (26/03) di Mataram.

Ia mencontohkan, saat ini Pemda masih agak longgar dalam memproteksi dan mengawasi ODP.

“Sekarang kan pemerintah masih agak lunak. Contohnya jamaah tabligh akbar gowa, itu kan harus dikarantina dulu, kok bisa lepas. Ini kan membahayakan masyarakat yang lain,” katanya.

Prosedur penanganan Orang Dalam Risiko (ODR), ODP, dan Pasien dalam Pengawasan (PDP) harus benar-benar dijalankan sesuai SOP.

Mori menambahkan, di tingkat Desa dan Kecamatan harus mulai melakukan langkah preventif dengan mengimbau agar kegiatan masyarakat yang berpotensi mengumpulkan masyarakat agar ditiadakan.

“Ini harus serius, kegiatan yang potensi mengumpulkan orang banyak harus ditiadakan. Semua harus taati ini, siapa pun dia mau itu tokoh politik, tokoh masyarakat. Harus tegas, kalau kita NTB mau sukses minimalisir,” ujar dia.

Secara nasional jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) disebut bertambah menjadi 790 orang pada Rabu (25/3). Dari jumlah itu, korban meninggal mencapai 58 orang, dengan jumlah yang sembuh 31 orang.

“Koreksi data 686 pasien positif kemarin, menjadi 685 kasus. Ditambah hari ini ada 105, sehingga totalnya 790 kasus,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu (25/3).

Ia juga menyebut ada penambahan tiga kasus kematian akibat Covid-19 dari hari sebelumnya, sehingga totalnya menjadi 58 kasus.

“Setelah verifikasi ulang, datanya diperbaiki, sehingga menjadi 58 kasus,” ujar Yurianto.

Yuri menyebut ada penambahan satu pasien yang sembuh per hari Rabu.

“Ada penambahan satu kasus, sehingga yang sembuh bertambah menjadi 31 orang,” tutupnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button
Close