Langgar Disiplin, BKD NTB Turunkan Pangkat Kepala SMKN 1 Mantang

Mataram, Talikanews.com – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya menjatuhkan sanksi penurunan pangkat selama 3 tahun kepada Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 1) Mantang, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, insial A.

Sanksi itu dijatuhkan lantaran, Kepala SMKN itu telah melanggar Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 1990 perubahan atas Peraturan Pemerintah nomor 10 tahun 1983 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Kepala Sekolah itu kita beri sanksi penurunan pangkat dari IV.a turun menjadi III.d, karena telah melanggar PP 53 Tahun 2010┬áTentang Disiplin PNS. Disiplin bagi PNS merupakan kewajiban dan menghindari larangan, apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin,” ungkap Kepala BKD Provinsi NTB, Muhammad Nasir, Senin (23/03) di Mataram.

Nasir mengatakan, sanksi itu juga bentuk hukuman pembinaan terhadap PNS yang dianggap tidak patuh terhadap aturan.

Dia menegaskan, tanggal 19 Maret tim penindakan disiplin sudah menggelar rapat, didalamnya ada Biro Hukum, Inspektorat dan BKD. Hasil rapat, dinyatakan bahwa Kepala SMKN 1 Mantang inisial A melanggar disiplin. Secara tertulis, ditetapkan bahwa A diturunkan pangkat selama 3 tahun, secara tomatis akan mengikuti, bisa saja nanti diberhentikan dari jabatannya tergantung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

“Suratnya sudah ditanda tangani dan akan dikirim ke Dikbud, kemudian ke UPTD, tembusan pembina kepegawaian yakni Gubernur,” kata dia.

Yang jelas, lanjut Nasir, Kepala SMKN 1 Mantang di Batukliang inisial A itu menikah tanpa persetujuan pimpinan, dan persetujuan istri pertama.

“Memang proses BAP lama, karena harus dikroscek ke UPTD. Yang jelas, rekomendasi ini akan disampaikan ke Dikbud,” tegasnya sembari mengatakan, perkawinan A yang kedua tidak dilapor ke pimpinan sehingga dianggap langgar aturan.

Nasir menambahkan, Kepala Sekolah itu akan ada pembinaan supaya tidak berulah lagi, yang jelas bisa saja di pindah bahkan ancaman lebih berat. (TN-red)

Related Articles

Back to top button