Dampak Penutupan Tiga Gili di Lombok, Hotel mulai Rumahkan Karyawan

Lombok Utara, Talikanews.com – Satu persatu pihak Hotel yang ada di Tiga Gili yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air mulai merumahkan karyawan. Hal itu dampak dari isu virus corona terutama adanya Surat Edaran Gubernur NTB, yang menutup sementara akses masuk ke Tiga Gili selama 14 hari.
General Manager Ke Rensia Villa – Gili Air, Linda Widiya, menyampaikan, sejak beberapa hari lalu, banyak tempat sudah tidak beroperasi lagi dan semua karyawan sebagian sudah dipulangkan dan akan dipanggil kembali bekerja apabila keadaan sudah membaik.
“Tetapi ada juga yang dirumahkan tanpa adanya kejelasan apakah karyawan bisa kembali bekerja atau tidak,” ungkapnya, Selasa (17/03).
Linda mengaku, sejak tanggal 16 Maret sampai akhir bulan, ditempatnya Nol occupancy. Hal itu di akibatkan pemberitaan yang salah, parahnya lagi, semua tamu memutuskan untuk cancel.
Yang jelas lanjutnya, isu virus corona dan SE Gubernur itu sangat merugikan para pelaku wisata karena tidak adanya coordinasi, persiapan dan terkesan mendadak.
“Apakah pernah dipikirkan bagaimana nasib karyawan? Bagimana nasib investor? Apakah keringan pajak 0 persen selama 6 bulan bisa di terapkan di gili? Tindakan menutup 3 gili selama 14 hari tidak akan menguntungkan semua pihak,” keluhnya.
Oleh sebab itu, sebaiknya langkah yang harus dilakukan adalah memperketat pengecekan tamu-tamu atau pun warga yang mau datang ke 3 Gili, bukan menghentikan sementara. Karena selama ini, sudah dilakukan test suhu di bangsal terhadap penumpang boat yang datang dari Bali.
“Ini sudah 1 langkah yang baik dalam pencegahan dilakukan sebelum wisatawan masuk 3 gili. Mungkin bisa ditambahkan lagi dengan screening yang lebih ketat. Bukan menutup akses masuk yang berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat,” pungkasnya (TN-red)





