Tinjau Proses Rehab Rekon Lombok, Kasum TNI: Keterlambatan akibat SK

Lombok Utara, Talikanews.com – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI Joni Supriyanto bersama Panglima Kogabwilhan II Marsdya Fadjar Prastyo dan rombongan melihat langsung proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah tahan gempa di Desa Kekait Kecamatan Gunungsari Lombok Barat dan Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang Lombok Utara.

Kedatangan Kasum bersama rombongan didampingi Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani disambut Bupati Lobar Fauzan Khalid, dan Bupati Lombok Utara Dr. Najmul Ahyar, dimasing-masing lokasi, Kamis (12/03).

Pada kesempatan itu, Kasum TNI menyampaikan masih ada beberapa rumah yang belum terbangun. Hal itu disebabkan keterlambatan SK. Begitu SK turun nanti agar masyarakat bersama TNI bisa dilakukan dengan gotong royong membangun RTG tersebut.

Dia mengatakan, KLU merupakan daerah yang terparah dampak gempa, untuk itu selain program Pemerintah Pusat dan BNPB, dari Pemda akan mengadakan proyek rumah tinggal layak huni (RTLH) yang berasal dari BPBD untuk membangun rumah yang belum masuk rencana awal BNPB.

“Mari kita bersama-sama mensukseskan semua RTG bagi masyarakat terdampak gempa sehingga bisa segera kembali ke rumahnya masing-masing,” ungkap Letjen TNI Joni Supriyanto.

Dia menyebutkan, Anggota Satgas Zeni TNI rehab rekon khususnya di KLU sebanyak 700 orang yang tersebar di seluruh wilayah dengan target waktu selama dua bulan kedepan. Namun , ada rencana penambahan waktu hingga akhir tahun 2020 dengan harapan, semua warga yang terdampak gempa bumi dapat memiliki rumah.

“Mari kita dukung program Pemerintah dalam proses rehab rekon dan alhamdulillah dari 226 ribu target awal dan sudah diselesaikan sebanyak 209 ribu dan sisanya akan diselesaikan pada periode sekarang,”pintanya.

Sementara itu, Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar menjelaskan apabila ada warga yang tidak terdaftar dalam SK 27, maka setelah tanggap darurat, Pemda akan membuat SK 28 sehingga tidak ada masyarakat KLU yang tidak punya rumah.

Sesuai target, yakni tahun 2021-2022, semua masyarakat KLU punya rumah, baik yang ada rumahnya saat gempa maupun tidak ada.

“Jika tidak ada rumahnya dan tidak tercatat dalam SK, kita talangi dengan RTLH dan APBD Perubahan,” terang Bupati.

Ia menegaskan, rekening sudah dibagikan kepada masyarakat dan masyarakat sudah melakukan pendebetan baik ke rekening pribadi maupun ke rekening Pokmas.

Najmul menyebutkan sisa rumah yang belum terbangun berdasarkan hitungan sementara 75.636 unit, namun setelah dilakukan rasionalisasi menjadi 55.710 unit yang rusak baik rusak berat, sedang dan ringan.

“Sekarang kita seesaikan SK 24 dulu dan SK 25, SK 26 dan SK 27 akan segera menyusul dengan berkoordinasi dengan BNPB,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasum TNI dan rombongan mengunjungi Sekretariat BPBD Provinsi NTB jalan Catur Warga Mataram, Menerima Paparan Rehab Rekon Dari Danrem 162/WB. (TN-red)

Related Articles

Back to top button