Anggaran Besar, Dewan NTB sebut Program Zero Waste Setengah Hati

Mataram, Talikanews.com – Program pemerintahan Dr Zulkieflimansyah – Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah seperti Zero Waste, terus mendapatkan suntikan anggaran setiap tahunnya. Dimana, tahun 2018 dikucurkan melalui APBD sebesar Rp 4 Miliar lebih, begitu halnya tahun 2019 sebesar Rp 6 miliar. Hebatnya lagi, tahun 2020 sebesar Rp 31,40 Miliar untuk program zore waste tersebut.

Besarnya anggaran, dinilai tidak sinkron dengan pelaksanaan. Hal itu membuat salah seorang Anggota DPRD NTB, H Rais Ishak menilai, program Zero Waste ini dijalankan setengah hati.

“Mana buktinya program itu ada. Malah sampah makin berserakan dimana-mana. Kalau betul serius tangani sampah dengan anggaran begitu besar, maka masyarakat tidak akan mengeluh akan sampah,” ungkapnya Kamis (12/03).

Politisi Partai Demokrat itu menegaskan, pelaksanaan program Zero Waste setengah hati karena minimnya peralatan disediakan oleh pemerintah provinsi di tingkat desa. Mestinya, menyediakan peralatan berkaitan kebutuhan Zero Waste itu di desa, dan Pemerintah Provinsi suport masing-masing desa berupa alat angkut mini berupa kendaraan Roda Tiga.

Selain peralatan, Pemerintah Provinsi buat Tempat Pembuangan Sampah (TPS) disetiap desa. Kemudian, ada TPA kecil mewakili beberapa Kecamatan, namun faktanya hal itu tidak ada.”Ini sebabnya saya sebut program setengah hati,” kata dia.

Rais memaparkan, dalam pidato Wakil Gubernur NTB beberap waktu lalu yang isinya upaya mendukung pembangunan dan pencapaian visi jangka panjang, serta jangka menengah, sekaligus sinkronisasi prioritas pembangunan Nasional, yang telah dijabarkan dalam beberapa program prioritas, akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 748,99 miliar lebih, atau 33 persen dari alokasi belanja langsung dalam RAPBD 2020.

Program prioritas tersebut, diantaranya adalah program pemenuhan infrastruktur dengan alokasi anggaran sebesar Rp 442,67 miliar lebih, program industrialisasi sebesar Rp 197,76 miliar lebih, program revitalisasi Posyandu dan stunting sebesar Rp 77,14 miliar lebih. “Nah, dengan tegas menyebut program zero waste dengan alokasi anggaran sebanyak Rp 31,40 miliar lebih. Seperti apa pengalokasian anggaran sebesar itu dengan fakta di lapangan,” tegas Rais

Parahnya lagi, masih ingat dengan kasus zero waste yang sudah dilaporkan ke Kejaksaan tinggi (Kejati) NTB akhir Agustus 2019 lalu? Kasus dugaan penyelewengan dana sebesar Rp 4 miliar tersebut malah tidak terdengar lagi perkembangannya.

Dimana, Zero Waste ini merupakan salah satu program unggulan kepemimpinan Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi). Saat itu, Inspektorat Provinsi NTB sempat melakukan audit terhadap penggunaan anggaran zero waste tahun 2018 itu.

Bahkan muncul Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat bahwa, penggunaan anggaran program zero waste tersebut dinyatakan telah menimbulkan kerugian negara.

Anggota Komisi I DPRD NTB ini menambahkan, dari beberapa informasi bahwa, pada tahun 2018 lalu, telah diberikan bantuan sosial masing-masing sebesar Rp 10 juta kepada 50 bank sampah. Total bantuan sosial yang diberikan menjadi Rp 500 juta. Ada pula bantuan peralatan yang nilainya sebesar Rp 15 juta untuk satu bank sampah.

Detail penggunaan anggaran tersebut, untuk 50 kelompok bank sampah yang tersebar di Pulau Lombok. Penggunaannya untuk berbagai item pekerjaan, seperti pelatihan manajemen usaha pengelolaan sampah berbasis masyarakat senilai Rp 247,5 juta.

Kemudian dana pendampingan untuk 50 kelompok bank sampah dengan nilai Rp 97,5 juta. Aplikasi online bank sampah seharga Rp125 juta. Bantuan untuk 50 kelompok bank sampah binaan sekitar Rp 500 juta.

Berikutnya bantuan sarana dan prasarana berupa gudang penampungan, gerobak, karung, timbangan, dan lain-lain sekitar Rp 780 juta. Dana zero waste tersebut disalurkan melalui UD. Bintang Sejahtera.

“Seperti apa pertanggungjawaban program yang konon sempat jadi perhatian Aparat Penegak Hukum (APH)?. Padahal tahun 2020 , ditambahkan anggaran, faktanya masih saja seperti jalan ditempat,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button