Wapres RI Minta Peserta Munas Adeksi Pahami maksud “Omnibus Law”

Mataram, Talikanews.com – Wakil Presiden RI Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin resmi membuka acara Musyawarah Nasional ke-5 Asosiasi DPRD Kota Indonesia (Adeksi) bertema respon daerah menyambut “Omnibus Law” dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi menuju Indonesia Maju

Ketua umum Adeksi, Armuji menyampaikan bahwa perkumpulan ini berdiri sejak 2001 yang jumlah anggota sebanyak 93 DPRD Kota seluruh Indonesia. Perkumpulan ini dibuat untuk mewujudkannya tata pemerintahan yang baik juga ruang berhimpun dan berbagai dalam mencari jalan keluar persoalan di daerah hingga nasional.

“Ini Forum tertinggi yang aka susun kepengurusan baru, sekaligus bahas masalah kehidupan berbangsa dan negara,” ungkapnya, Rabu (11/03) di Mataram.

Dia juga menegaskan, Munas ini akan bahas beberapa regulasi berkaitan produk peraturan pemerintah (PP) yang berjumlah 8.400, kemudian 15.900 lebih Perda, tidak sedikit bertentangan. Oleh sebab itu, Pemerintah membuat hukum yang fleksibel, sehingga lahirlah Omnibus Law. “Ini telah dibahas secara terbuka, Omnibus Law juga telah membawa isu positif maupun negatif. Ini lah alasan Dewan jadikan Omnibus Law jadi tema Munas, dan ini sangat disambut baik oleh 1100 peserta Munas yang hadir,” kata dia.

Menurutnya, untuk memperkuat posisi perekonomian daerah, sangat diharapkan Adeksi lakukan langkah untuk pangkas
Perpres nomor 33 tahun 2020 yang berbunyi Kepala daerah, menurutĀ PerpresĀ ini, menetapkan standar harga satuan biaya honorarium, perjalanan dinas dalam negeri, rapat atau pertemuan di dalam dan di luar kantor, pengadaan kendaraan dinas, dan pemeliharaan berpedoman pada standar harga satuan regional sebagaimana diatur dalam Pasal 1 dengan memperhatikan prinsip-prinsip tertentu.

“Intinya, munculnya UU Omnibus Law tidak merubah aturan di daerah, apalagi merugikan daerah,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah selaku tuan rumah sampaikan ucapan terima kasih karena NTB telah dipilih sebagai lokasi Munas Adeksi.

Menyangkut tema Munas didalamnya menyangkut Omnibus Law, dirinya menyarankan supaya dibahas di ruang terbuka. “Lombok memiliki banyak keindahan, jika itu dimanfaatkan maka, tidak akan pusing bahas Omnibus Law itu,” kelakarnya.

Apa yang disampaikan Ketum Adeksi, ditanggapi Wapres RI, Prof. Dr. (HC) KH. Ma’ruf Amin. Dia Apresiasi acara Adeksi, terlebih ada komitmen kuat DPRD Kota seluruh Indonesia yang mendukung kebijakan Omnibus Law.

Bagi dia, munculnya Omnibus Law karena saat ini Indonesia sedang berupaya melakukan pembangunan secara nasional supaya Indonesia maju, sejahtera dan hight income country.

Termasuk bangun SDM unggul yang berakhlak mulia, infrastruktur, informasi dan transpormasi ekonomi yang harus saling terhubung. “Pertama kali Indonesia capai angka kemiskinan 1 digit, harus tetap ditekan tanpa kompromi,” ungkapnya.

Menyangkut regulasi yang dipertanyakan itu, sedang di selesaikan melalui Omnibus Law, oleh sebab itu diharapkan bisa capai cita-cita menuju Indonesia maju.

“Tidak benar Omnibus Law menghilangkan otonomi daerah. Saya juga berharap kebajikan di daerah tetap berjalan tanpa menunggu Omnibus Law di sahkan,” tegasnya.

Menurut Ma’rif Amin, Omnibus Law merupakan kebutuhan publik, terhadap yang menolak, akan diajak diskusi untuk membuka aspek mana yang dianggap memberatkan. “Mungkin isinya yang perlu di sinkronkan untuk disepakati. Terpenting, hubungan yang diharapkan, ada sinergi pusat dengan daerah, jangan sampai daerah menghambat program yang akan dilakukan pemerintah pusat untu kesejahteraan rakyat,” tutupnya sembari mengatakan, kewenangan daerah akan di sinkronkan dengan kepentingan nasional.

Seusai membuka Munas Adeksi, Wapres RI langsung menuju Bandara Internasional Lombok untuk bertandang ke Jakarta.

Untuk diketahui, Undang-undang Omnibus Law ini merupakan Undang-undang sapu jagat atau istilah untuk menyebut suatu undang-undang yang bersentuhan dengan berbagai macam topik dan dimaksudkan untuk mengamandemen, memangkas dan/atau mencabut sejumlah undang-undang lain. (TN-red)

Related Articles

Back to top button