Tepis Isu Virus Corona, Dishub NTB Sampaikan Prosedur Nyandarnya Kapal Pesiar di Pelabuhan

Mataram, Talikanews.com – Adanya penolakan terkait menyandarnya Kapal Pesiar di Nusa Tenggara Barat, membuat Dinas Perhubungan NTB, memaparkan prosedur nyandarnya Kapal pesiar di Pelabuhan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H Lalu Windiya menyampaikan, Kapal pesiar pada hakekatnya adalah negara yang sedang bergerak. Identitasnya tercermin dari bendera yang terpancang di kapal tersebut. Dengan demikian, ketika negara bergerak dan memasuki wilayah negara lain, maka prosedur pemeriksaan pun dilakukan dengan ketat, didalamnya meliputi Imigrasi, Bea dan Cukai, dan Karantina.

Dia menyampaikan, dalam kondisi tertentu, seperti yang terjadi saat ini. Dimana sedang terjadi pandemi virus Sars-Cov2 yang menyebabkan penyakit Corona, setiap kapal pesiar yang bermaksud nyandar di suatu negara wajib mengamankan penumpangnya dan masyarakat setempat dari potensi tertular virus tersebut.

“Kapal pesiar pasti tidak akan berani merapat ke suatu wilayah (negara) yang diketahui tertular, dan demikian pula sebaliknya, suatu negara tidak akan mengijinkan kapal dari area tertular merapat di wilayahnya,” ungkap dia Senin (09/03).

Dalam upaya memastikan keamanan penumpang kapal dan masyarakat lokal yang akan dikunjungi tersebut, lanjutnya maka prosedur standar pun ditambah pelibatan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) yang merupakan instansi langsung dibawah Kementerian Kesehatan RI, dan KSOP (Kepala Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan) yaitu instansi dibawah Kementrian Perhubungan RI.

Instansi KKP ini, bekerja berdasarkan protokol WHO (World Health Organizarion/Organisasi Kesehatan Dunia). Sedangkan KSOP bekerja berdasarkan protokol IMO (International Marine Organization/Organisasi Maritim Internasional).

Prosedur standar dimaksud setidaknya meliputi hal-hal sebagai berikut. Pertama adalah pelaporan dan kesepakatan tentang jadwal/schedule kedatangan kapal di pelabuhan yang dituju. Kedua, setelah kesepakatan pertama tersebut didapat, maka
sesaat sebelum nyandar, pada lokasi yang sudah ditentukan, kapal pesiar yang bermaksud berlabuh wajib mengibarkan bendera Q (bendera kuning) yang menununjukkan bahwa kapal tersebut dalam keadaan sehat dan siap untuk diperiksa.

“Jika kapal tidak sehat, maka bendera yang dikibarkan bukan bendera Q, tetapi bendera lain, sesuai dengan situasi yang ada. Sebagai catatan, terdapat empat (4) macam bendera yang harus ada di setiap kapal pesiar,” kata dia.

Selanjutnya, berdasarkan kibaran bendera Q, maka petugas dari KKP akan naik ke kapal untuk memeriksa beberapa dokumen kunci. Pertama adalah dokumen Karantina Kesehatan Kapal (Crew & Passanger List, MDH, vaccination list, voyage memo, health book, medical drug list, dan lain-lain) yang harus tersedia dan disusun oleh dokter bersertifikasi sesuai standard international.

Kedua adalah dokumen riwayat pelayaran kapal sebelumnya. Kebijakan pemerintah pusat saat ini, Kapal dari Mainland China, Iran, Italia dan Korea Selatan, tidak diperkenankan masuk Ketiga adalah dokumen riwayat perjalanan penumpang. Petugas KKP akan memastikan bahwa crew dan penumpang tidak pernah berkunjung ke suatu negara terjangkit virus Corona dalam 14 hari terakhir.

Atas dasar itulah maka kapal dinyatakan boleh berlayar (go,red) atau tidak (no go) untuk nyandar di suatu pelabuhan. Jika keputusannya adalah go (dinyatakan bisa sandar), maka terhadap penumpang kapal yang hendak turun ke daratan dilakukan pemeriksaan dengan thermo gun.

“Hanya penumpang yang lolos pemeriksaan thermo gun saja yang boleh turun ke darat. Perlu diketahui bahwa tidak selalu semua penumpang berencana turun dari kapal. Penumpang yang turun kapal dan melakukan tour akan dipantau (secara tidak mencolok) oleh petugas kesehatan wilayah,” paparnya.

Bagi Bayu standar cara kerja dan prosedur yang diterapkan sehingga bisa diputuskan apakah suatu kapal pesiar boleh bersandar atau tidak. Begitu jugap dengan crew dan penumpang kapal, ketika bermaksud turun kedarat.

“Hanya dengan pelaksanaan bersungguh-sungguh dari prosedur dimaksud, maka penyebaran Virus SARS-COV2 bisa dihindari, demi terjaganya kesehatan bagi semua pihak,” pungkasnya (TN-red)

Related Articles

Back to top button